Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Ketua PBNU Pertanyakan Kiprah Mahfud MD di NU

Ari Nursanti

JAKARTA, (PR).- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mempertanyakan kiprah Mahfud MD di Nahdlatul Ulama (NU) seiring dengan santernya nama mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu disebut sebagai calon wakil presiden (cawapres) representasi kader NU untuk maju di Pilpres 2019 nanti.

"Saya tidak tahu Pak Mahfud pernah aktif di pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat desa di tingkat ranting, atau Kecamatan, atau di badan otonomnya NU, misalnya, PMII. Saya tidak pernah tahu itu," kata Robikin dikutip dari siaran pers di Jakarta, Sabtu 4 Agustus 2018. Menurut Robikin untuk disebut kader, seseorang harus mengikuti dan lulus kaderisasi yang dilakukan di seluruh lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), baik Nahdlatul Ulama (NU) maupun badan otonom dan lembaga di bawah naungan NU.

"Untuk disebut kader harus lulus kaderisasi, selanjutnya ditempatkan untuk melayani warga sebagai pengurus Nahdlatul Ulama (NU)," tutur Robikin.

Menurut dia, Mahfud berbeda dengan tiga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) lainnya yang juga digadang-gadang maju sebagai cawapres di Pilpres 2019, yaitu KH Ma'ruf Amin, Abdul Muhaimin Iskandar, dan juga M Romahurmuziy. "Kiai Ma'ruf jelas pengabdiannya, mulai dari bawah sampai PBNU hingga mendapat jabatan tertinggi di NU. Pak Muhaimin juga jelas, sejak dulu aktif di Nahdlatul Ulama (NU) dan juga badan otonom NU, termasuk di PMII pernah sebagai ketua umum," ujar Robikin seperti dilansir dari Kantor Berita Antara.

Sementara Romahurmuziy adalah putra pendiri Ikatan Pelajar NU (IPNU) KH Prof M Tolchah Mansoer dan cicit pendiri NU KH Wahab Hasbullah. Meski demikian, Robikin memastikan dinamika tersebut tidak menimbulkan kegaduhan di internal Nahdlatul Ulama (NU). "Nahdlatul Ulama (NU) sudah sangat berpengalaman menghadapi berbagai macam perbedaan pandangan dan pendapat, baik keumatan maupun politik," katanya.***

Bagikan: