Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 21.1 ° C

PT Pindad Raih BPPT Innovation Award 2018

Dhita Seftiawan

JAKARTA, (PR).- PT Pindad (persero) dan Ismail Hadisoebroto Dilogo meraih anugerah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Innovation Award 2018. PT Pindad meraih kategori perusahaan setelah berhasil mengebangkan teknologi di bidang pertahanan dan keamanan. Sementara Ismail untuk kategori perorangan melalui karya inovasi teknologi bidang kesehatan.

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan, penganugerahan tersebut sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kepada pihak terkait untuk terus berinovasi teknologi dalam mendukung pembangunan nasional. Menurut dia, perusahaan dan individu yang meraih penghargaan dianggap konsisten mengkaji dan menerapkan inovasi sehingga menyumbangkan manfaat bagi kemandirian bangsa.

Ia menjelaskan, BPPT Innovation Award (BIA) mendorong semua pihak untuk fokus meningkatkan dan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam segala bidang. Ia menegaskan, setiap tahun BPPT akan memberikan penghargaan kepada putera-puteri terbaik Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa dan negara melalui karya nyata, khususnya di bidang teknologi. 

“Penganugerahan BIA tahun ini merupakan lembaran sejarah baru bagi BPPT. Karena diberikan untuk pertama kalinya dan untuk melengkapi dua penghargaan sebelumnya, yaitu Penganugerahan Gelar Perekayasa Utama Kehormatan (PUK) dan Penganugerahan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA),” kata Unggul di Kantor BPPT, Jakarta, Kamis 2 Agustus 2018.

Penghargaan BIA 2018 ini berbeda dengan BJ Habibie Technology Award (BJHTA). BIA diberikan kepada seseorang, instansi atau perusahaan, yang telah menghasilkan produk baru hasil inovasi teknologi, yang berdampak signifikan bagi industri. Sedangkan BJHTA diberikan kepada para ilmuwan yang telah menghasilkan karya nyata teknologi, berupa invensi bahkan inovasi yang berdampak pada kemajuan bidang teknologi.

“Penentuan calon penerima BIA dilakukan melalui seleksi yang cukup ketat. Di samping harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, juga harus melalui beberapa tahapan penilaian dari dewan juri yang bersifat independen, kredibel dan kompeten. Juri berasal dari kalangan akademisi dan praktisi,” ucapnya.

Ia berharap, penghargaan ini dapat semakin memotivasi dan memicu semangat untuk terus mengembangkan diri dalam menghasilkan karya nyata, khususnya di bidang  teknologi. “Dan semoga dengan pemberian BIA ini semakin memperbanyak tumbuhnya inovasi anak bangsa lainnya,” kata Unggul.

Inovasi dan Layanan Teknologi BPPT 



Pada penganugerahan BIA 2018 ini Kepala BPPT juga menyampaikan beberapa program yang tengah dijalankan BPPT. Yakni bidang teknologi pertahanan dan keamanan, reverse enggineering, dan transportasi penerbangan. Juga teknologi elektoronika, teknologi biomaterial, teknologi sumber daya alam, teknologi lingkungan dan teknologi kesehatan.

Pada bidang teknologi pertahanan dan keamanan, BPPT mengembangkan teknologi drone. Khususnya untuk menjawab kebutuhan surveillance dan pemetaan pada jarak sedang dan menengah. Di bidang teknologi sumberdaya alam, khususnya untuk mendukung pertanian, BPPT bersama Badan Pusat Statistik telah menyusun suatu sistem yang disebut Kerangka Sampel dan Sistem Pelaporan. Sistem tersebut digunakan dalam pengumpulan data statistik pertanian yang berbasis android.

“Bidang teknologi elektronika, kami mengembangkan e-verifikasi yang memanfaatkan data sidik jari yang tersimpan dalam KTP-elektronik. Untuk bidang kesehatan kami mengembangkan Kit Diagnostik yang mendeteksi dini infeksi DBD. Dengan menggunakan bahan baku antibodi monoklonal strain lokal Indonesia dengan spesimen dapat berupa darah, plasma dan serum. Sehingga hasil diagnosa dapat diperoleh relatif cepat,” ujarnya.***

Bagikan: