Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 19.9 ° C

Jusuf Kalla Menunggu Keputusan MK

Tia Dwitiani Komalasari

JAKARTA, (PR).- Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan dirinya akan menunggu hasil putusan Mahkamah Konstitusi dalam uji perkara mengenai batas jabatan wakil presiden. Dia berharap putusan tersebut keluar sebelum 10 Agustus 2018 dimana masa pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden berakhir.

Seperti diketahui sebelumnya, Perindo mengajukan gugatan ke MK terhadap Pasal 169 huruf n Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu terhadap Undang-undang Dasar 1945.‎ Dalam pasal tersebut mengatur mengenai syarat pencalonan capres dan cawapres.

Disebutkan capres dan cawapres yang dicalonkan belum pernah menjabat sebagai presiden dan wakil presiden selama dua kali masa jabatan dalam jabatan yang sama.

Dalam penjelasan pasal tersebut, dinyatakan batasan tersebut adalah belum pernah menjabat dalam jabatan yang sama selama dua kali masa jabatan berturut turut maupun tidak berturut turut.

Kalla mengakui, banyak orang yang menganggap gugatan ini tidak reformis‎. "Jadi terhantung pada MK, karena MK itu kan produk reformasi. Mahkamah Agung memberikan kesempatan pada setiap warga negara yang berkepentingan untuk mempertanyakan apakah undang-undang itu sesuai konstitusi atau tidak," ujarnya dalam acara Business Lunch with Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis, 2 Agustus 2018.

D‎ia mengatakan, dirinya menyerahkan sepenuhnya keputusan gugatan tersebut pada sembilan hakim MK. Meskipun demikian, dia berharap agar keputusan tersebut selesai sebelum tanggal 10 Agustus 2018.

Seperti diketahui batas pendaftaran capres dan cawapres 2019-2024 akan ditutup pada waktu tersebut. 

"Jadi tergantung keputusan MK yang tidak tahu kapan. Mudah-mudahan sebelum tanggal 10. Atau kalau tidak tanggal 10 pagi juga masih bisa lah," ujar dia.

Meskipun demikian, Kalla mengatakan, putusan MK tersebut bukan satu-satunya penentua apakah dia akan kembali maju dalam pilpres 2019 atau tidak.‎ "Tapi itu pun tergantung keputusan pak Jokowi, bagaimana dia menilai situasi saat ini," ujar dia.***

Bagikan: