Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 29 ° C

Analisis Media Sosial Tunjukkan Ada 3 Cawapres Pendamping Jokowi Pilihan Warganet

Yusuf Wijanarko

JAKARTA, (PR).- Hasil kajian yang dilakukan Indonesia Indicator menyebutkan, ada tiga calon wakil presiden untuk menjadi pendamping Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019 yang merupakan pilihan warganet di media sosial.

"Perbincangan mengenai siapa yang bakal menjadi capres dan cawapres cukup menyita perhatian publik, terutama di media sosial, yakni Twitter, Facebok, serta Instagram," kata Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang di Jakarta, Rabu 25 Juli 2018.

Indonesia Indicator, melalui kajian analisis media sosial dengan pendekatan Social Network Analysis (SNA) mencatat, sepanjang 11-18 Juli 2018, terdapat sebanyak 544.245 cuitan dari 182.923 akun Twitter yang memperbincangkan, menebak, mengusulkan, hingga memunculkan nama-nama capres dan cawapres yang paling mereka harapkan.

"Ada tiga kelompok yang masing-masing dikoneksikan dengan pembicaraan calon presiden dari seluruh jejaring di Twitter," katanya.

Menurut dia, kelompok pertama adalah koalisi Joko Widodo. Kedua, kelompok yang netral. Ketiga adalah kelompok kedekatan dengan Prabowo Subianto.

Dalam kelompok pertama terdapat tiga nama yang memiliki jejaring percakapan cukup kuat dengan posisi Jokowi berada di antara dua kelompok kuat pendukung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

"Pertemuan kelompok ini menunjukkan adanya usulan kedekatan, siapakah yang pantas sebagai cawapres untuk mendampingi Jokowi," ujar Rustika.

Kelompok yang membicarakan Cak Imin, kata dia, mencapai 2.406 akun dengan total mencapai 112 tagar dan total aktivitas sebanyak 103.666.

Dalam jaringan besar, posisi Cak Imin terletak paling pinggir, menjauh dari nama-nama lainnya, kecuali hanya dengan Jokowi.

"Ini artinya, mereka yang merespons hanya akun-akun pendukung Jokowi-Cak Imin, satu suara," kata Rustika.

Sementara itu, kelompok yang membicarakan Airlangga hartarto mencapai 426 akun dengan total 26 tagar dan 5.522 aktivitas.

"Airlangga dipercakapkan oleh banyak pihak, meskipun rata-rata oleh pendukung koalisi. Secara jumlah jaringan relatif kecil dibandingkan Cak Imin dan Mahfud MD," ujar Rustika seperti dilaporkan Antara.

Ada juga beberapa nama yang muncul dalam kubu jaringan terdekat Jokowi, yakni Chairul Tanjung, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, serta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Mahfud MD



Posisi Mahfud MD, menurut Rustika, tampak lebih menarik bagi warganet karena benar-benar dibahas oleh kedua kubu sehingga berada di posisi tengah jaringan besar.

Dari kubu Jokowi, kata dia, warganet kebanyakan menunjukkan setuju pada wacana atau isu pemasangan Jokowi-Mahfud MD.

Kelompok yang membicarakan Mahfud MD mencapai 3.031 akun dengan total tagar 33 dan total aktivitas mencapai 32.886.

"Namun dari kubu Prabowo, banyak yang menyayangkan kenapa Mahfud MD seperti berpihak pada Jokowi, bahkan ada yang sudah memasang-masangkan Jokowi-Mahfud vs Prabowo-Anies. Namun sekali lagi, posisinya yang berada di tengah jejaring menunjukkan tingginya tingkat ketertarikan warganet terhadap Mahfud dibandingkan calon lain," ujar Rustika.

Nama lain

Nama-nama lain yang muncul dalam jaringan tengah adalah KH Ma'ruf Amin, Susi Pudjiastuti, dan Sri Mulyani.

Beberapa pendukung Jokowi setuju untuk mencawapreskan Susi Pudjiastuti, meski tidak memiliki dukungan dari parpol.

“Posisi tengah ini terjadi karena warganet membicarakan Susi Pudjiastuti pada isu kelulusan Paket C Susi berkat dukungan Anies Baswedan dan cibiran dari akun @Fahrihamzah,” kata Rustika.

Sementara itu, nama KH Ma’ruf Amin tidak terdapat akun dan tagar mengenainya. Dia lebih banyak dibincangkan pendukung Jokowi bersamaan dengan Mahfud MD.

Demikian pula nama Sri Mulyani yang tidak memiliki akun, namun terdapat tagar terkait Sri Mulyani, meski pembicaraan Sri Mulyani membentuk kelompok kecil di ujung jejaring.

Lima nama



Berdasarkan kajian Indonesia Indicator, pada jejaring ketiga, terdapat lima nama yang memiliki kedekatan yang sama dan sering pula dianggap sebagai poros kedua dan ketiga. Terdapat nama Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, Gatot Nurmantyo, serta Jusuf Kalla.

"Menariknya, dalam jejaring warganet di Twitter, JK lebih cocok (dibingkai) untuk dikoalisikan dengan AHY, Gatot, dan Anies. Itu sebabnya, JK lebih terlihat dekat dengan ketiga figur tersebut ketimbang dengan Jokowi atau Prabowo. Nah, ketiga nama tersebut juga cenderung dibicarakan oleh para kelompok pendukung Prabowo," ujarnya.

Sementara itu, penghubung kelompok JK dan Gatot (AHY-JK, AHY-Gatot, Prabowo-JK, Prabowo-Gatot, Anies-JK, Anies-Gatot) tidak terdapat node berukuran besar. Hal itu menunjukkan bahwa akun-akun penghubung tidak terlalu aktif membuat cuitan. Akun penghubung lebih banyak diisi oleh akun portal berita atau media.

Secara keseluruhan, apabila dilihat dari kekuatan jaringan dan tagar di Twitter, tagar Cak Imin Jokowi dalam segala variasi mendominasi dibandingkan dengan tagar oposisi seperti #gantipresiden.

Apabila dilihat dari persentase akun dan tagar, Jokowi mendapat porsi jaringan sebanyak 23,31 persen Prabowo 16,25 persen, Mahfud MD 13,44 persen, AHY 12,3 persen, Cak Imin 11,4 persen, Anies Baswedan 10,5 persen, JK 6,8 persen, Gatot Nurmantyo 4,93 persen, dan Airlangga Hartarto 2,03 persen.

Facebook dan Instagram



Sisi lain dari percakapan capres dan cawapres di Twitter adalah tingginya antusiasme generasi milenial, khususnya pemilih muda. Dari sisi demografi, percakapan ini didominasi berturut-turut anak muda usia 18-25 tahun sebanyak 36,7 persen, 25-35 tahun sebanyak 33,9 persen, serta di atas 35 tahun sebanyak 25,8 persen.

Indonesia Indicator juga melakukan riset serupa dari Facebook dan Instagram. Di Instagram, Jokowi lebih dekat dengan Mahfud MD dan Airlangga Hartarto sedangkan Prabowo lebih mendekati Gatot Nurmantyo dan AHY. Jusuf Kalla sering dikaitkan dengan AHY dan Anies Baswedan.

Sementara di Facebook, berdasarkan atas analisis jaringan, cluster Jokowi berada dekat antara Jusuf Kalla dan Prabowo.

Posisi Jokowi berada di tengah karena banyak percakapan positif yang mendukung Jokowi dengan JK dan percakapan yang mengaitkan Jokowi dan Prabowo seputar persaingan di antaranya.

Sementara itu, Gatot Nurmantyo cenderung kepada Prabowo dan AHY. Di facebook, AHY dan Gatot Nurmantyo juga disebut-sebut merupakan pasangan yang bakal menjadi pesaing berat Jokowi selain Prabowo.***

Bagikan: