Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 22.6 ° C

Uni Eropa Tetap Berikan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia

Satrio Widianto
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guérend menegaskan, Uni Eropa tetap memberikan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia. Melalui berbagai program, Uni Eropa dan negara anggota menyediakan 1.500 lebih beasiswa setiap tahunnya kepada mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi di Eropa. 
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guérend menegaskan, Uni Eropa tetap memberikan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia. Melalui berbagai program, Uni Eropa dan negara anggota menyediakan 1.500 lebih beasiswa setiap tahunnya kepada mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi di Eropa. 

 

JAKARTA, (PR).- Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guérend menegaskan, Uni Eropa tetap memberikan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia. Melalui berbagai program, Uni Eropa dan negara anggota menyediakan 1.500 lebih beasiswa setiap tahunnya kepada mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi di Eropa. 

"Untuk tahun akademik 2018, sebanyak 240 mahasiswa dan dosen Indonesia memperoleh beasiswa dari Uni Eropa melalui Program Erasmus+ (Erasmus Plus). Mereka akan menempuh studi tingkat S-1, S-2, S-3 dan pasca-doktoral di Eropa, baik untuk program gelar maupun non-gelar/pertukaran," ujar Vincent Guerend di Jakarta, Sabtu 14 .Juli 2018.

Hal itu disampaikan Vincent Guerend pada acara pemberian penghargaan kepada para penerima beasiswa. Sebagian dari penerima beasiswa Erasmus+ itu akan menempuh pendidikan di dua perguruan tinggi (atau lebih) yang terletak di negara Eropa yang berbeda. Vincent Guérend mengatakan, beasiswa Erasmus+ memberikan kesempatan sangat berharga untuk menambah wawasan tentang kebudayaan, bahasa serta sistem akademik yang ada di Eropa, serta bertemu dengan berbagai orang di perguruan-perguruan terbaik di Eropa. 

Selain meningkatkan ilmu, beasiswa ini juga bertujuan memperkaya pengalaman hidup generasi muda dan membantu meningkatkan saling pengertian dan keterbukaan antar manusia dan budaya. Untuk tahun akademik 2019, pendaftaran program S-2 Erasmus+ akan dibuka sekitar bulan Oktober 2018. "Kami berharap beasiswa ini dapat mendukung mereka untuk meningkatkan keahlian di bidang masing-masing dan sekembalinya ke Indonesia mereka akan membawa ketrampilan dan pengetahuan yang bermanfaat untuk negara dan diri mereka sendiri, serta kenangan indah tentang Eropa," ujar dia.

Pjs. Direktur Intra Kawasan dan Antar Kawasan Amerika dan Eropa dari Kementerian Luar Negeri Virdiana Ririen Hapsari mengatakan, dunia semakin terjalin erat dibandingkan sebelumnya. Munculnya Artificial Intelligence, Machine Learning, Internet of Things dan Cloud Computing menciptakan peluang ekonomi jika dapat bekerja sama untuk memanfaatkannya. "Indonesia membutuhkan lebih banyak ahli sains, teknologi, teknik, matematika (STEMS) dan humaniora, yang dapat berkolaborasi dengan baik di masa depan," tutur Virdiana.

Seperti diketahui, sejak 2004, sudah lebih dari 1.600 mahasiswa Indonesia memperoleh manfaat dari Program Beasiswa Erasmus+. Program ini juga memberikan kesempatan bagi para mahasiswa dan dosen asal Eropa untuk menempuh pendidikan atau mengajar di berbagai universitas di Indonesia. Sejak 2018, sebanyak 97 mahasiswa dan dosen dari Eropa datang ke Indonesia melalui program ini.

Program hibah



Salah seorang penerima beasiswa Erasmus+, Ella Jauvani Sagala, dosen Universitas Telkom Bandung mengaku senang dan antusias dengan beasiswa tersebut. Ia akan mengikuti program pertukaran dosen ke Spanyol.  "Erasmus+ memberikan kesempatan yang sangat berharga untuk perkembangan karir di masa akan datang. Program ini juga berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia serta mendorong terjalinnya kerja sama yang baik antara universitas-universitas di Indonesia dan Eropa," ucap Ella.

Penerima lainnya, Gilang Mentari Hamidy akan menempuh Program S-2 Erasmus Mundus bidang Keamanan dan Cloud Computing. Ia berharap dapat meningkatkan keahliannya dengan cara mengikuti perkuliahan, penelitian dan magang.  "Memperoleh beasiswa Erasmus+ adalah mimpi yang menjadi kenyataan setelah usaha saya selama ini mencari sumber biaya untuk kuliah di luar negeri. Saya berharap program Erasmus+ dapat memberi manfaat baik kepada masyarakat Eropa dan Indonesia, khususnya dalam memajukan pendidikan, teknologi dan aspek sosial budaya." 

Selain Erasmus+, Uni Eropa bekerja sama dengan ASEAN memberikan 500 beasiswa bagi mahasiswa ASEAN melalui Program EU Support to Higher Education in ASEAN Region (SHARE). Beasiswa EU SHARE adalah program hibah dari Uni Eropa sebesar 10 juta euro yang bertujuan memperkuat kerja sama regional, meningkatkan kualitas, daya saing dan internasionalisasi institusi pendidikan tinggi dan mahasiswa di ASEAN serta memberikan kontribusi untuk Komunitas ASEAN.***

Bagikan: