Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

Pilpres 2019, Ahmad Heryawan Dapat Dukungan dari Warga Sukabumi

Ahmad Rayadie
Mantan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, Minggu 15 Juli 2018 di Gedung Djuang'45 45, tengah menyampaikan orasi pidato polisi pasca memperoleh dukungan dari elemen dan komunitas masyarakat pencalonan capres dan cawapres mendatang
Mantan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, Minggu 15 Juli 2018 di Gedung Djuang'45 45, tengah menyampaikan orasi pidato polisi pasca memperoleh dukungan dari elemen dan komunitas masyarakat pencalonan capres dan cawapres mendatang

SUKABUMI, (PR).- Dua puluh enam elemen  dan komunitas  warga di Kota dan kabupaten Sukabumi, Minggu 15 Juli 2018 memberikan dukungan mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menjadi calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019 nanti. Dukungan diberikan kepada Ahmad Heryawan yang kerap disapa Aher ketika menghadiri acara halal bihalal Partai Keadilan Sosial (PKS) Kota Sukabumi yang berlangsung di Gedung Djuang'45 di Jalan Veteran, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

Ribuan warga menyambut kedatangan Aher. Mereka mengelu-ngelukannya saat memasuki gedung setiba datang memenuhi undangan kegiatan kali ini. Kegiatan kali ini, diwarnai pembacaan deklarasi dukungan kepada Ahmad Heryawan dari warga dan elemen masyarakat. "Kami mendukung Ahmad Heryawan (maju di Pilpres 2019 -red) karena bukan hanya warga Sukabumi yang  kelak berkiprah  ditingkat nasional dan menjadi kebanggan. Tapi secara rasional Ahmad Heryawan memiliki prestasi yang cukup membanggakan saat menjadi Gubernur Jabar. Ratusan prestasi  dan penghargaan telah diraihnya sehingga dinilai layak menjadi capres dan cawapres ," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Sukabumi, Asep Tajul.



Serangkaian gerilya



Ahmad Heryawan mengakui telah melakukan berbagai upaya dalam rangka pencalonannya menuju Pilpres 2019.  Dia tidak hanya melakukan serangkaian gerilya atau kukurusan diberbagai tempat diluar Jawa Barat. Tapi melakukan berbagai sosialiasi dalam rangka pencalonannya sebagai capres/cawapres RI dalam Pilpres 2019 di sejumlah propinsi di seluruh Indonesia. "Bergerilya tidak hanya berkeliling  ke daerah Jawa Tengah, Jawa TImur, dan Sumatra. Tapi juga dilakukan dibeberapa  daerah di Jabar. Kendati di daerah Jabar telah mengenalnya. Tapi sosialisaasi perlu terus menerus dilakukan," katanya.

Ahmad Heryawan mengatakan melakukan aksi gerilya setelah masuk dalam bursa pencalonan sebagai capres dan cawapres dari PKS untuk bisa maju di Pilpres 2019.  Aher kini tengah bersaing  dengan delapan kandidat lainnha dari usungan PKS.  "Saya kini telah mengikuti proses mekanisme partai hingga mengerucut hanya beberapa nama yang diusung PKS. Sebagaimana orang-orang tahu, kalau saya masuk sembilan besar capres dan cawapres dari PKS. Dari sembilan nanti akan semakin sedikit. Kalau koalisi sendiri, nanti partai yang akan membangun dengan partai laiinya," katanya. 

Ahmad Heryawan mengatakan kontalasi parpol di tingkat nasional sudah jelas.  Hingga saat ini, tidak hanya PKS yang belum mengusung  capres dan cawapres.  Tapi PAN, Gerindra  dan Demokrat yang belum mengusung paslon Pilpres  tertentu.  "Komunikasi antar pimpinan partai terus dilakukan. Kita tunggu kesepakatan pimpinan elit partai. Namun yang saat ini mengerucut ialah yakni Gerindra, PAN, dan PKS,"katanya.***

Bagikan: