Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 26.2 ° C

Bom di Pasuruan Termasuk Berdaya Ledak Rendah

Siska Nirmala Puspitasari
Petugas kepolisian berjaga di ledakan bom di kawasan Pogar, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis, 5 Juli 2018. Ledakan yang diduga berasal dari ransel yang berisi bom tersebut melukai seorang anak berusia enam tahun.*
Petugas kepolisian berjaga di ledakan bom di kawasan Pogar, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis, 5 Juli 2018. Ledakan yang diduga berasal dari ransel yang berisi bom tersebut melukai seorang anak berusia enam tahun.*

PASURUAN, (PR).- Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) Irjen Pol Machfud Arifin menyatakan jika ledakan yang terjadi di Pogar, Bangil Pasuruan tergolong berdaya ledak rendah atau "low eksplosif" karena kerusakan yang ditimbulkan tidak terlalu besar.

"Termasuk dalam ledakan rendah, karena yang rusak hanya kaca-kaca rumah dan juga asbes rumah saja," katanya saat mengunjungi lokasi kejadian di Pasuruan, Kamis,5 Juli 2018, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Ia mengemukakan, pihak kepolisian saat ini juga telah menjinakkan sisa-sisa bahan peledak yang ada di dalam rumah, dan memasang garis polisi di lokasi kejadian supaya tidak ada warga yang masuk.

"Kami juga menyita beberapa buku yang berisi tentang jihad. Namun demikian, kami masih belum menemukan masuk dalam jaringan yang mana karena proses penyelidikan masih terus dilakukan," tuturnya.

Ia mengatakan, untuk korban anak pelaku saat ini sudah dalam penanganan medis di rumah sakit karena luka yang diderita tidak terlalu parah.

"Sedangkan istri yang bersangkutan saat ini sedang dalam pemeriksaan pihak kepolisian, karena istri korban tidak mengalami luka pada saat ledakan tersebut terjadi," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini identitas pelaku sudah dikantongi dan dalam pengejaran petugas di mana kondisi korban saat ini mengalami luka-luka.

"Bahkan ada laporan yang mengatakan kalau korban sempat ditembak dengan menggunakan senapan angin oleh warga. Selain itu, yang bersangkutan juga sempat menyerang kapolsek," ungkapnya.

Kapolda menjelaskan, sebelumnya terjadi ledakan dari dalam sebuah rumah, dan saat itu oleh warga sekitar dikira ada ledakan tabung elpiji, sehingga sejumlah warga berinisiatif untuk menolong korban ledakan itu.

"Namun, pada saat akan ditolong, yang bersangkutan malah mengancam dengan akan meledakkan bom yang disimpan di dalam tas ransel. Kemudian yang bersangkutan melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor," tuturnya.

Diketahui telah terjadi ledakan bom di Jalan Pepaya RT 01/01 Pogar, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, dari informasi yang dihimpun ledakan bom yang terjadi di Bangil berasal dari rumah yang dikontrak Anwardi (sebelumnya dikenal Abdullah) warga Banten yang sudah menyewa selama satu setengah tahun.

Abdullah tinggal bersama istrinya Dina Rohana dan anak laki-lakinya. Usai bom meledak, Anwardi alias Abdullah melarikan diri yang sebelumnya juga sempat dikejar warga.***

Bagikan: