Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 21.4 ° C

ASN, TNI, dan Polri Belum Sejahtera Meski Dapat THR dan Gaji ke-13 Tahun Ini

Muhammad Ashari

JAKARTA, (PR). Aparatur sipil negara, TNI/Polri dan pensiunan, pada lebaran kali ini mendapatkan tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13. Namun, upaya itu dinilai kasih belum mencukupi bila ingin menyejahterakan ASN, anggota TNI/Polri dan pensiunan, dalam jangka panjang.



Presiden Joko Widodo mengatakan hal tersebut ketika membuka rapat terbatas mengenai Reformasi Program Pensiun ASN di Kantor Presiden, Selasa 26 Juni 2018. Menurut Jokowi, pembagian THR dan gaji ke-13 masih merupakan upaya peningkatan kesejahteraan dalam jangka pendek. Perlu ada program yang sifatnya jangka panjang.



“Alhamdulillah tahun ini kita bisa membagikan THR dan gaji ke-13 bagi ASN, TNI/Polri dan pensiunan. Tapi, itu belum cukup karena sifatnya masih kesejahteraan jangka pendek. Kita perlu memikirkan jangka panjang,” kata dia kepada para menterinya yang hadir dalam ratas. 



Salah satu upaya menyejahterakan ASN dan anggota TNI/Polri adalah melalui penyediaan rumah. Upaya ini, menurut Jokowi, telah dibicarakan pertama kali dalam ratas yang berlangsung pada 19 April 2018. Program penyediaan rumah itu masih dibahas sampai saat ini. Jokowi mengatakan, akan terus memantau dalam hal progres dan implementasinya.



“Pada ratas 19 April, saya sudah minta diperhatikan penyediaan rumah yang layak bagi ASN, Polri/TNI, khususnya bagi yang berpenghasilan rendah sehingga kebutuhan pokoknya bisa terpenuhi dan bisa berkonsentrasi dalam bekerja. Ini penting,” kata Jokowi kepada para menterinya. 

Menerima tunjangan pada gaji ke-13

Tidak seperti tahun sebelumnya, pemerintah mengucurkan THR bagi ASN , TNI/Polri tahun ini. Hal lainnya yang berbeda pada pembayaran THR tahun ini adalah dimasukkannya pensiun PNS sebagai penerima THR.

 Pemerintah juga dikatakannya akan membayar dana pensiun ke-13 yang dibayarkan dengan meliputi komponen pensiun pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan tambahan penghasilan.  

Beberapa perubahan dalam pembayaran THR, mengakibatkan kenaikan anggaran. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, pada tahun ini telah dianggarkan Rp 35,76 triliun untuk THR. Anggaran itu jumlahnya meningkat 68,9% dibandingkan tahun lalu.

Adapun anggaran sebanyak Rp 35,76 triliun itu terbagi-bagi ke THR untuk gaji sebesar Rp 5,24 triliun, THR untuk kinerja Rp 5,79 triliun, THR untuk pensiunan Rp 6,85 triliun, gaji ke 13 sebesar Rp 5,24 triliun dan tunjangan kinerja ke 13 sebesar Rp 5,79 triliun. ***

Bagikan: