Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 25.1 ° C

8 Fakta Patung Garuda Wisnu Kencana dari Masa ke Masa

Gita Pratiwi (error)

MENJELANG HUT RI ke-73 Patung Garuda Wisnu Kencana di Bali hampir rampung. Video pemasangan mahkota patung tersebut pun viral dan dinilai amat menakjubkan oleh warganet.

Pemasangan mahkota Dewa Wisnu pada patung GWK hari ini diawali dengan upacara "ngrastiti dan pecaruan" di pelataran patung yang "dipuput" atau dipimpin oleh empat "sulinggih" atau pendeta Hindu. Setelah upacara ritual selesai, dilanjutkan dengan pemasangan mahkota Dewa Wisnu dengan menggunakan "crane". Pemasangan mahkota Dewa Wisnu menjadi pemasangan modul yang ke-529 dari total modul 754 buah.

Pembangunan karya seni I Nyoman Nuarta tersebut berlangsung sejak lama dan belum sepenuhnya selesai. Meski demikian, banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang tidak dapat melewatkan Taman Budaya GWK dalam intinerary mereka.

Berikut ini sejumlah fakta yang dirangkum PR tentang Garuda Wisnu Kencana dari masa ke masa

1. Digadang lebih tinggi dari Liberty



Ketika gagasan pembangunan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) diapungkan, bangsa Indonesia disebut-sebut bakal memiliki ikon wisata dan budaya bertaraf internasional. GWK bermula dari gagasan Nyoman Nuarta bersama Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Joob Ave dan peletakan batu pertamanya dilaksanakan di kawasan taman kebudayaan di Bukit Ungasan Jimbaran pada tahun 1997.

Di atas lahan seluas 250 hektare itu akan berdiri satu patung raksasa yang menjulang ke angkasa.  

Patung raksasa berwujud Dewa Wisnu tengah mengendarai burung garuda itu akan dibuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton itu akan berdiri setinggi 75 meter dan lebar 60 meter. Jika diberdirikan di atas padasannya, patung itu akan menjulang setinggi 146 meter atau lebih tinggi dari Patung Liberty di New York, AS. Selain itu akan menjadi monumen tertinggi di dunia untuk kategori patung.

2. Makna patung



Wisnu --yang dalam kepercayaan Hindu melambangkan kekuatan utama pemelihara alam semesta-- dijadikan figur perwujudan modern kebudayaan dan tradisi kuno. Sementara garuda, burung raksasa lambang kebebasan dan pengabdian tanpa pamrih. 

Patung Garuda Wisnu Kencana didedikasikan sebagai simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia. Patung itu sekaligus diproyeksikan untuk mengikat tata ruang dengan jarak pandang hingga 20 km sehingga dapat dilihat dari Pantai Kuta, Sanur, Nusa Dua, hingga Tanah Lot.

3. Megaproyek ambisius



Kemegahan Patung GWK akan diperkuat oleh fasilitas pendukung yang berada di sekitarnya. Salah satunya adalah Lotus Pond, satu ruang alami yang dikelilingi pilar-pilar batu cadas yang mampu menampung pengunjung hingga 7.500 orang. Lotus Pond sangat ideal dijadikan tempat pertunjukan berskala besar, seperti musik kolosal atau upacara tradisional serta gala dinner. Terdapat juga Amphitheatre, ruang pertunjukan terbuka dengan delapan ratus tempat duduk. Pendek kata, jika terlaksana, Taman Budaya GWK akan menjadi megaproyek pertama di bidang budaya dan pariwisata di Indonesia. Tentu saja, megaproyek yang menjadi gambaran mimpi dan ambisi pemerintah kala itu, akan menjadi sumber kebanggaan seluruh bangsa.

4. Berhenti pada 2000-an



Megaproyek GWK seperti tak jelas juntrungannya, alias mandek, tak tuntas. Pada 2009, Muhtar Ibnu Thalab melaporkan kepada PR, patung raksasa setinggi 146 meter itu hanyalah satu gagasan yang berhenti sebatas wacana.

Yang ada hanyalah patung setengah badan Dewa Wisnu yang berdiri di atas Plaza Wisnu, tempat tertinggi di area Taman Budaya GWK. 

Sementara itu, burung garuda yang menjadi tunggangan Dewa Wisnu, baru tersusun bagian leher hingga kepala. Sementara sebagian besar badannya belum tersusun sama sekali. Dari rencana semula yang harusnya rampung seluruhnya pada tahun 2004, megaproyek GWK baru terealisasi dua puluh persen saja. 

Dua bagian tersebut --setengah badan Dewa Wisnu dan kepala burung garuda-- terbuat dari bahan tembaga yang dicor dan dilas kuningan dan sebagian dilapisi mozaik emas.

5. Proses pembuatan patung Garuda Wisnu Kencana



Proses pembautan patung sampai dengan finishing pertama dikerjakan di workshop studio Nyoman Nuarta Bandung, kemudian hasil finishing di workshop dipotong-potong kembali sesuai dengan segmentasi dan moduler yang telah diberi kode nomor. Modul-modul ini kemudian diangkut secara berkala sesuai dengan program pemasangan di lokasi. 

Meski demikian, para pengunjung masih bisa menikmati suasana megah di monumen tersebut. Beberapa wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, kerap mengabadikan diri dengan latar belakang patung setengah badan Dewa Wisnu dan kepala burung garuda yang berada di ujung Lotus Pond. Para wisatawan juga tetap bisa menikmati kemegahan Lotus Pond, terutama arsitektur alami berupa jejeran kubus-kubus raksasa setinggi 25 meter yang terbuat dengan cara memangkas cadas di area tersebut. 

6. Kemegahan konsep



Konsep yang paling mendasar, Lotus Pond adalah membangun jalur formal sebagai tekanan suasana kepada para pengunjung dalam memasuki menuju pedestal dan patung sebagai hierarki tertinggi. Jalur formal ini terbentuk melalui olahan ruang yang diperkuat dengan olahan tebing yang berfungsi sebagai lant art. 

Konfigurasi pilar batu dan ruang yang memberikan kesan rongga, ditata secara terulang dengan tujuan untuk mempertergas semua garis yang menjadi elemen ruang membentuk garus lurus menuju ke pedestal. Kesan koridor lurus ini memberi dukungan secara visual ke arah bentuk monumental ruang dan tatanan batuan yang menyatu dengan pedestal dan patung.

7. Menikmati seni selain patung



Selain bisa menyaksikan pertunjukan seni musik, tari, dan teater di Amphi­theatre, wisatawan juga bisa menikmati pemandangan dari stone gate, tempat kawasan taman budaya. Selain itu, elemen estetika memegang peran yang sangat penting dalam membangun citra kawasan yang secara khusus mengungkap identitas Bali sebagai pijakan budaya dan seni yang dipresentasikan melalui persepsi olahan seni modern. Persepsi olahan seni modern tidak diidentifikasi melalui olahan bentuk-bentuk modern, tetapi lebih dalam penekanan proses sebab akibat yang diangkat melalui tema dan penampakan teknologinya. 

Sementara itu, dari Plaza Wisnu yang menjadi lokasi tertinggi di kawasan GWK, wisatawan bisa menikmati panorama belahan selatan Pulau Bali. Di sini terdapat Patung Wisnu setinggi 22 meter yang terbuat dari tembaga. Tempat ini mempunyai fungsi khusus dan terbatas karena di suatu sisi dari lokasi ini terdapat mata air keramat yang sejak dulu diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai anugerah yang memiliki kekuatan magis dan dinyatakan sebagai kawasan sakral yang diberi nama Parahyangan Somaka Giri.

8. Mengejar target 30% pengerjaan



Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengharapkan patung Garuda Wisnu Kencana yang tingginya mencapai 121 meter dapat menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia. Dilansir dari Antara 21 Mei 2018, ia bangga karena GWK telah melalui rangkaian perjuangan yang panjang. Baik material, spiritual, moral serta berbagai tantangan yang ada.

Nyoman Nuarta pun menyampaikan apresiasinya atas dukungan semua pihak sehingga mahakarya ini mendekati tahap penyelesaian. Sebagai pematung yang karya-karyanya tersebar di berbagai negara, dia merasa berkewajiban melahirkan karya besar untuk tanah kelahirannya. Didukung dengan pemandangan alam yang indah di sekelilingnya, patung GWK ini akan menambah destinasi pariwisata di Bali .



Hingga Mei 2018, pembangunan GWK telah mencapai 70 persen dan berdasarkan pemasangan modul-modul GWK akan selesai pada Agustus 2018 mendatang.***

Bagikan: