Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 29.9 ° C

Polisi Duga Masih Ada Bom Aktif di Mobil, LPSK Kirim Tim ke Surabaya

Yusuf Wijanarko
POLISI bersiaga di sekitar lokasi ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Minggu 13 Mei 2018. Menurut Kabidhumas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera, terjadi ledakan di 3 gereja pada waktu yang hampir bersamaan di Surabaya.*
POLISI bersiaga di sekitar lokasi ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Minggu 13 Mei 2018. Menurut Kabidhumas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera, terjadi ledakan di 3 gereja pada waktu yang hampir bersamaan di Surabaya.*

SURABAYA, (PR).- Tim Gegana Polda Jatim masih menduga ada bom aktif di dalam mobil yang digunakan untuk meledakkan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna, Minggu 13 Mei 2018.

"Informasinya, masih ada bom aktif di dalam mobil. Makanya, bagi rekan-rekan, silakan mundur dan menjauh di lokasi," ujar salah seorang anggota Tim Gegana sembari meminta wartawan menjauh.

Bom tersebut berada di mobil yang meledak tepat di halaman gereja dan Tim Gegana dari kepolisian masih melalukan sterilisasi.

Bahkan, petugas yang berada di sekitar lokasi juga diminta menjauh karena ditemukan bahan peledak di sekitar mobil.

Kendaraan penjinak bom milik Gegana Polda Jatim juga didatangkan dan tim segera melakukan proses penyisiran guna memastikan keadaan benar-benar aman. Demkian Antara melaporkan.

Puluhan aparat kepolisian diterjunkan di sekitar lokasi termasuk petugas gabungan dari Pemkot Surabaya.

Mobil kepolisian, pemadam kebakaran, ambulans, dan kendaraan operasional aparat disiagakan di lokasi kejadian.

LPSK bergerak 



Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK mengirimkan tim reaksi cepat terkait ledakan bom pada beberapa gereja di Surabaya.

"Tim ini kami berangkatkan hari ini juga mengingat pastinya para korban membutuhkan pertolongan pertama setelah peristiwa menimpanya", ujar Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo melalui keterangan tertulis di Jakarta.

Hasto mengatakan, tim reaksi cepat LPSK itu akan melakukan verifikasi jumlah dan kondisi korban termasuk memberikan pertolongan darurat.

Hasto menuturkan, tim reaksi cepat akan segera mendatangi korban dan keluarga korban guna menyampaikan kemungkinan adanya layanan yang diperlukan sepertu rehabilitasi medis dan psikologis.

"Rehabilitasi medis dan psikologis penting agar trauma korban setidaknya bisa ditangani dengan cepat," kata Hasto.

LPSK juga akan berkoordinasi dengan rumah sakit dan aparat kepolisian untuk pendampingan proses peradilan termasuk upaya mendapatkan kompesasi negara bagi korban.

Pihak kepolisian menyebutkan, sementara ini korban meninggal tercatat sebanyak enam orang dan 35 orang terluka.***

Bagikan: