Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sedikit awan, 25.5 ° C

Taksi Online Tak Punya Standar Keselamatan untuk Konsumen

Siska Nirmala Puspitasari
Transportasi online.*
Transportasi online.*

JAKARTA, (PR).- Taksi berbasis aplikasi atau taksi online dinilai tak memiliki standar keamanan dan keselamatan untuk melindungi konsumen. Karena itu, masyarakat diminta waspada dalam menggunakan layanan jasa taksi online.

Hal tersebut diutarakan Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, Kamis, 22 Maret 2018. Ini diutarakannya menyusul kasus terbunuhnya Yun Sisca Rokhani oleh oknum pengemudi taksi online.

Dalam siaran persnya, dia menuturkan bahwa kasus tersebut merupakan klimaks atas berbagai kasus tindak kekerasan pengemudi taksi online pada konsumen.

"Sebelumnya, sebagaimana diberitakan via media masa, sudah banyak terjadi tindak kekerasan, penodongan, dan bahkan pemerkosaan kepada konsumennya," ujar Tulus Abadi. 

Dia menjelaskan, tidak adanya akses telepon call center untuk penanganan pengaduan merupakan bukti tak adanya standar keamanan secara managerial. Selain itu, dia menilai, perusahaan aplikasi taksi online tidak mempunyai standar yang jelas dalam melakukan rekruitmen kepada pengemudinya.

"Hal ini juga menjadi bukti nyata, adalah mitos belaka bahwa taksi online lebih aman daripada taksi meter," tuturnya.

Karena itu, dia menyatakan pihaknya mendesak Kementerian Perhubungan dan Kepolisian untuk secara tegas dan konsisten mengimplementasikan Permenhub No. 108/2017. "Bahkan kalau perlu memperkuatnya. Permenhub tersebut masih terlalu longgar," katanya. 

Menurut dia, harus dibuat Permenhub yang sejalan dengan misi UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yakni hak konsumen untuk mendapatkan keamanan dan keselamatan saat menggunakan taksi online.

Lebih lanjut dia mengimbau agar konsumen taksi online terutama perempuan untuk berhati-hati. Konsumen sebaiknya tidak sendirian ketika menggunakan jasa taksi online.

"Jangan terlalu malam atau dini hari. Dan bahkan bisa jadi lebih aman menggunakan taksi meter yang mempunyai reputasi baik," ucapnya.

Selain itu, dia menuturkan, konsumen juga sebaiknya tidak melakukan antar-jemput taksi online langsung di depan rumah. Hal ini dilakukan agar tidak memberikan ruang bagi pengemudi taksi online untuk mengetahui tempat tinggal atau tempat kerja konsumen. 

"Ini untuk mencegah tindakan tidak terpuji dari oknum pengemudi kepada konsumennya," tuturnya.***

Bagikan: