Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Berawan, 23.6 ° C

Rangkaian Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2018 Dimulai, Konsep Zero Waste Adventure Ikut Ditawarkan

Yusuf Wijanarko
SAMPAH plastik dari botol air minerel terkumpul cukup banyak.*
SAMPAH plastik dari botol air minerel terkumpul cukup banyak.*

JAKARTA, (PR).- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Indonesia bebas dari sampah dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Harapan sekaligus ajakan dari Siti Nurbaya Bakar itu dikemukakan bersama para aktivis, komunitas, publik figur, serta Duta Peduli Sampah Jefri Nichols dalam deklarasi gerakan “Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah!" di areal hutan kompleks Kementerian LHK atau Arboretum Manggala Wana Bhakti, Sabtu 20 Januari 2018 malam.

"Indonesia tanpa sampah akan terwujud jika kita memiliki komitmen dan melakukan langkah sinergi berkelanjutan," kata Siti Nurbaya Bakar.

Dia mengajak semua pihak mengampanyekan gerakan itu di media sosial melalui tagar #BersihBisaKok. Deklarasi Gerakan "Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah!" merupakan awal dari rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Siti Nurbaya Bakar berharap HPSN bisa menjadi  tonggak perubahan demi mewujudkan Indonesia yang bersih dari sampah. Untuk itu, dalam menyongsong HPSN 2018, akan dilakukan dua kegiatan utama.

Pertama, "Tiga Bulan Bersih Sampah" atau TBBS yang dilaksanakan di seluruh Indonesia dengan tema "Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah" pada 21 Januari 2018 sampai 21 April 2018. Puncak peringatan HPSN 2018 akan dilaksanakan 21 Februari 2018.

Siti Nurbaya Bakar mengatakan, TBBS, selain merupakan salah satu langkah mewujudkan pengurangan sampah sampai 30 persen dan penanganan sampah sampai 70 prsen pada 2025 sesuai Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah juga diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang peduli lingkungan.

Berbagai kegiatan akan dilaksanakan pada TBBS antara lain gerakan kebersihan di perkantoran, pelabuhan, bandara, stasiun, terminal, car free day, sungai, pasar, kawasan permukiman, gunung, pesisir dan laut. Gerakan kebersihan tersebut akan dilakukan berbagai komunitas peduli sampah dan keagamaan.

Selain itu, juga akan dilakukan dialog komunitas di tujuh kota besar di Indonesia serta Rakernas dan Rakornas Persampahan. 

"Aktor utama pada kegiatan HSPN 2018 adalah masyarakat, aktivis, komunitas, maupun LSM di bidang lingkungan, hingga tokoh-tokoh yang peduli pada sampah, termasuk tokoh agama. Peran pemerintah hanya inisiator," kata Siti Nurbaya Bakar.***

Bagikan: