Pikiran Rakyat
USD Jual 14.365,00 Beli 14.065,00 | Berawan, 19.7 ° C

Kasus Baru Difteri Muncul di Lima Provinsi, Jabar Terbanyak

Arie C. Meliala
PERAWAT memeriksa kondisi pasien penderita suspect penyakit difteri di ruang isolasi Singaparna Medika Citrautama (SMC) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa, 9 Januari 2018. Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya mengeluarkan pemberlakuan status Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus virus difteri dengan jumlah penderita 16 yang dinyatakan suspect difteri dan satu positif terkena virus difteri.*
PERAWAT memeriksa kondisi pasien penderita suspect penyakit difteri di ruang isolasi Singaparna Medika Citrautama (SMC) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa, 9 Januari 2018. Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya mengeluarkan pemberlakuan status Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus virus difteri dengan jumlah penderita 16 yang dinyatakan suspect difteri dan satu positif terkena virus difteri.*

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 21 kasus baru difteri terjadi di lima provinsi pada periode 1-13 Januari 2018. Provinsi tambahan yang terdapat kasus baru adalah Lampung dan Aceh. Sementara tiga provinsi sisanya masih terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

"Kasus baru difteri terjadi di Lampung yakni di Kota Bandar Lampung. Kalau di Aceh itu di Aceh Utara, Aceh Timur, dan Kabupaten Pidie," kata Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi, seperti dilansir Kantor Berita Antara di Jakarta, Minggu, 14 Januari 2018.

Dia menjelaskan kasus baru difteri, dilaporkan terjadi di seluruh wilayah DKI Jakarta. Sementara untuk Provinsi Banten terjadi di Kabupaten Serang, Kota Tangerang Selatan, dan kasus pertama di Kota Cilegon.

Jane mengatakan Jawa Barat masih menjadi kasus terbanyak yang terjadi di wilayah Bogor, Ciamis, Tasikmalaya, dan Cianjur.

Sebelumnya dilaporkan data kasus difteri baru per tanggal 9 Januari sebanyak 14 kasus di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Sebanyak 85 kabupaten/kota yang pada 2017 terjadi kejadian luar biasa (KLB) difteri tercatat sudah tidak ada kasus baru.

Kasus KLB difteri bisa dikatakan selesai pada suatu wilayah apabila tidak ditemukannya lagi kasus baru dalam jangka waktu 30 hari semenjak kasus difteri terakhir terjadi. Untuk saat ini kasus difteri yang paling terakhir terjadi di suatu wilayah ialah 31 Desember 2017. Sehingga ketetapan pencabutan status KLB difteri di suatu wilayah paling tidak pada 31 Januari.***

Bagikan: