Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

Sambut Tahun Baru 2018, Jangan Lewatkan Supermoon

Ari Nursanti

JANGAN lewatkan malam tahun baru kali ini. Langit di awal tahun baru 2018 ini tidak hanya akan dihiasi cahaya kembang api.

Laporan NASA menyebutkan, wolf moon akan muncul pada 1 Januari 2018 dan menjadi Supermoon pertama di tahun 2018, dengan ukurannya yang lebih besar dan cahayanya yang lebih terang. Ini akan menjadi yang pertama bertepatan dengan tahun baru 2018. Tak hanya itu, supermoon diprediksi berjarak lebih dekat dibandingkan dengan sebelumnya.

Menyaksikan supermoon di awal tahun baru 2018 ini akan menjadi hal berbeda. Orang-orang menantikan momen ini, di mana bulan terlihat sangat dekat dengan bumi, besar, dan terang, hingga seperti bisa disentuh.

Jika anda ingat, supermoon terjadi saat bulan tampak menjadi bulat penuh karena ia mencapai titik orbit terdekatnya dengan bumi (perigree).  Selama kejadian ini, bulan akan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dibandingkan dengan bulan purnama. Menurut Nasa, kemunculan bulan seperti ini akan muncul setiap 13 bulan sekali.

Akan tetapi jika anda melewatkan supermoon yang akan muncul di tahun baru kali ini, tak perlu khawatir. Fenomena besar akan datang kembali pada 31 Januari 2018, ketika supermoon yang lainnya muncul di langit yakni blue supermoon.

Gerhana total, blood moon



Supermoon yang akan terjadi pada 31 Januari juga menurut Badan Antariksa, disertai dengan gerhana bulan total. Yakni saat bumi, bulan, dan matahari berada pada posisi sejajar sempurna, sehingga bayangan bumi benar-benar menghalangi cahaya matahari dan akan merefleksikan bulan.

Bulan akan kehilangan cahayanya, lebih redup dari sinar matahari normal. Sering tampak dengan warna kemerahan karena pembengkokan cahaya di atmosfer. Bulan yang tampak merah ini sering disebut blood moon.

Seperti dilaporkan Time dan CNN, supermoon pada 31 Januari juga akan menjadi yang kedua dalam satu bulan. Sebagian orang menyebut fenomena ini sebagai blue moon, yang rata-rata terjadi dua setengah tahun sekali. Dengan terjadinya gerhana, maka orang bisa menyaksikan super blue blood moon pada akhir Januari. Fenomena gerhana bulan total dapat disaksikan dari Amerika Utara bagian barat melintasi Pasifik ke arah Asia Timur.



Sepanjang malam



"Gerhana bulan pada 31 Januari akan terlihat selama moonset. Orang-orang di Amerika Serikat bagian Timur, di mana gerhana akan bersifat parsial, harus bangun pagi untuk melihatnya," kata kata Noah Petro, ilmuwan dari Goddard Space Flight Center milik NASA."Tapi ini jadi kesempatan besar untuk melihat bulan."

Supermoon yang terjadi pada bulan Januari 2018 ini merupakan yang terbaru dalam serentetan peristiwa supermoon yang berlangsung secara berurutan. Fenomena langka ini sudah terjadi pada 3 Desember 2017, akan terjadi kembali pada 1 Januari 2018, dan 31 Januari 2018. 

"Supermoon adalah kesempatan besar bagi orang untuk melihat bulan, bukan hanya sesaat, tapi bisa sepanjang malam!" tambah Noah Petro.***

Bagikan: