Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 15 ° C

2019, Pembangunan SDM Akan Dilakukan Besar-besaran

Muhammad Ashari

BEKASI, (PR).- Presiden Joko Widodo menyatakan akan mulai konsentrasi kepada pembangunan sumber daya manusia pada tahun 2019. Pembangunan infrastruktur dikatakannya akan berkurang mulai tahun tersebut, namun pembangunan di bidang SDM akan berlangsung besar-besaran.

Presiden mengatakan hal tersebut ketika menyampaikan sambutan dalam acara penyerahan 3.000 sertifikat pemagangan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja, Kayuringin, Kelurahan Kecamatan Bekasi Selatan, Rabu, 28 Desember 2017.

“Pemerintah sekarang baru konsentrasi kepada infrastruktur karena itu penting. Infrastruktur adalah fondasi untuk bersaing dengan negara lain. Anggaran pun fokus ke infrastruktur. Tapi, mulai 2019 kita akan konsentrasi ke pembangunan SDM,” tuturnya.

Dia mengatakan, alasan mengembangkan SDM adalah karena negara tidak bisa terus menerus bergantung kepada kekayaan yang dihasilkan dari sumber daya alam, seperti batu bara, minyak dan gas. Kunci untuk pertumbuhan ekonomi ke depan, katanya, adalah pembangunan SDM.

“Jangan ragu, SDM kita memiliki kemampuan untuk berkompetisi dengan negara lain. Hanya memang kekuatan ini belum dimaksimalkan,” katanya.

Dia mengatakan, jumlah penduduk saat ini adalah 250 juta dimana 60 persen di antaranya berada di usia produktif. Jumlah usia produktif itu dikatakannya akan terus membesar pada tahun-tahun ke depan. “Pada tahun 2040 diperkirakan usia produktif mencapai 195 juta,” katanya.

Joko Widodo menambahkan, pertumbuhan jumlah usia produktif itu bisa menjadi kekuatan sekaligus masalah bila tidak diperhatikan dengan benar. Menurutnya, sertifikat kompetensi kerja merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan kemampuan SDM.

Dia pun meminta kepada Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri untuk meningkatkan peserta sertifikasi pemagangan dari 55.000 peserta pada tahun ini menjadi 1,4 juta peserta pada tahun 2018. “Paling tidak, 1,4 juta peserta untuk sertifikat pemagangan harus dikerjakan. Infrastruktur mulai berkurang, nanti kita besar-besaran masuk ke SDM,” tuturnya.***

Bagikan: