Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 22.7 ° C

Jokowi Ternyata Bercita-cita Menjadi Pegawai Perhutani

Mukhijab

YOGYAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak pernah mimpi menjadi presiden. Ia ternyata justru bercita-cita sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan, dan menjadi pegawai Perhutani.

Hal tersebut diungkapkannya saat membuka pidato Milad ke-68 UGM di Graha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada, Selasa, 19 Desember 2017. Memasuki gerbang UGM, diakui mengingatkannya dengan kenangan 37 tahun silam dan perjalanan hidupnya.

“Saat masuk gerbang UGM, kenangan saya kembali 37 tahun silam sebagai mahasiswa gondrong, dan celana cutbray,” ujar dia disambut tawa dan tepuk dari para hadirin.

Kemudian Presiden Jokowi mengungkapkan dirinya tidak pernah bercita-cita  menjadi presiden. “Dulu saya memiliki cita-cita ingin menjadi pegawai di Perhutani, tidak kesampaian (menjadi pegawai Perhutani). Ternyata saya malah menjadi Presiden RI. Kadang-kadang cita-cita kan boleh, Allah Swt berkehendak lain. Itu berkat pendidikan di UGM,” kata dia.

Cerita ringan yang disampaikan Presiden Jokowi menjadi suasana peringatan ulang tahun UGM tersebut lebih hidup dan penuh tawa. Menjelang akhiri pidatonya, Jokowi menyampaikan kembali kenangan masa lalunya di kampus biru.

Staf presiden menayangkan tiga foto kegiatan semasa Jokowi menjadi mahasiswa di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada angkatan 1980, nomor induk mahasiswa 1681-KT. Skripsinya 'Studi Tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis Pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta,” dan lulus sarjana 1985, tercatat nomor alumni 1120.

Tiga foto ditayangkan di layar yang menggambarkan Jokowi dan teman-teman kaum laki seangkatannya sedang mejeng. “Saya sudah menyampaikan pada awal pidato, saya kuliah dengan pakaian cutbray dan rambut gondong. Coba, silakan ibu maju ke depan, tunjukkan mana saya,” kata Jokowi.

Ibu yang dimaksud maju dan dua kali mengoreksi jawabannya. “Pak Jokowi yang berdiri paling atas nomor dua dari kiri,” mendengar jawaban tersebut Jokowi merespon benar. Hadirin kemudian berteriak 'Mana sepedanya?,' yang kemudian direspon Jokowi dengan “Suruh menunjuk begitu saja minta sepeda.” 

Saat foto kedua ditampilkan, Presiden Jokowi mengamatinya dan mengaku bingung mana sosok dirinya. Karena itu dia menganulir dan minta staf presiden meneruskan foto ketiga. ”Ini foto kedua saya sendiri tidak tahu yang mana saya.Terusksan saja foto ketiga,” ujar dia. 

Kemudian seorang laki diminta maju dan menunjukkan sosok Jokowi muda dan bisa menjawab. Ketika kedua orang yang maju bisa menjawab, hadirin teriak lagi sepedanya mana. Presiden bercanda lagi, “hanya menunjukkan begitu saja minta sepeda.”

Kemudian ajudan mendekat kepada Presiden. “Oh ini saya diberitahu, sepedanya ada, silakan ibu dan bapak tadi mengambil sepedanya,” ujar Jokowi.

Kemajuan teknologi



Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan tentang visi UGM sebagai kampus yang peduli dengan rakyat kecil dan mengutamakan jiwa kebangsaan. Presiden minta UGM mengantisipasi dampak perkembangan dan kemajuan teknologi dengan menyusaikan muatan silabus dan mendorong kerjasama lintas disiplin. 

Dengan kemajuan teknologi, pekerjaan yang dulu sangat popular menjadi tergeser dan tidak begitu dikenal seperti tukang pos. Teller dan cashir pun usianya bisa jadi segera tergeser oleh kemajuan teknologi.

Mall dan supermarker menjadi kebanggan, kondisinya mulai berubah. Konsumen mulai beralih belanja online. Kemudian muncul sosioenterpreuner kalangan muda. Karakternya berbeda dengan pengusaha lama. Pengusaha lama senang pabrik dan kantornya besar, sebaiknya pengusaha muda tidak harus berkantor, mereka mengendalikan bisnis dengan teknologi informasi digitalyang tidak memerlukan kantor megah dan besar.***

Bagikan: