Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya cerah, 28.2 ° C

Supermoon Tak Ada Kaitannya dengan Gempa

Wilujeng Kharisma

YOGYAKARTA, (PR).- Supermoon akan terjadi pada 3 Desember 2017 mendatang. Pada momen tersebut adalah supermoon penuh yang pertama dan yang terakhir pada tahun ini terjadi.

 

Kepala Stasiun Geofisika Yogyakarta Dr. I Nyoman Sukanta di Yogyakarta, Jumat, 24 November 2017, mengatakan Supermoon sebetulnya adalah bulan purnama. Namun karena posisinya berada pada jarak terdekat dengan bumi maka akan lebih besar dan kemudian disebut Supermoon.

 

"Itu bulan purnama juga, sama. Tapi kelihatan seolah - olah lebih besar, tapi lebih besarnya sekitar 30 persen, kalau kita sepintas melihat sih gak terlalu kelihatan (besar)," katanya.

 

Untuk diketahui, orbit bulan yang mengelilingi bumi adalah berbentuk oval dan bukan berbentuk lingkaran. Sehingga jaraknya bisa bervariasi dan pada suatu titik bisa dekat dengan bumi dan pada suatu titik akan jauh.

 

Nyoman mengatakan kemungkinan besar adalah berpengaruh terhadap pasang surut air laut dan gelombang. Menurut dia, Supermoon tak berkaitan dengan gempa, seperti mitos yang ada selama ini.

 

"Tapi mitosnya memang bilangnya akan ada gempa. Tetapi itu kalau dari segi astronomi itu gak mungkin dia bisa berpengaruh terhadap pergerakan tanah, yang dominan pengaruh gelombang laut saja," ucapnya.

 

Supermoon akan mulai saat matahari tenggelam dan akan terlihat penuh pada saat puncak dan ini terjadi agak malam.***

Bagikan: