Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian cerah, 31.1 ° C

Mayoritas Warga Tidak Percaya Jokowi PKI

Muhammad Ashari
Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo.*
Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo.*

JAKARTA, (PR).- Saiful Mujani Research and Consulting atau SMRC melakukan survei persepsi publik berkaitan dengan isu Presiden Jokowi PKI atau terkait dengan Partai Komunis Indonesia atau PKI. Hasilnya, mayoritas responden tidak percaya Jokowi PKI.

Peneliti SMRC Sirojudin Abbas mengatakan, latar belakang dilakukannya survei adalah munculnya opini yang menyebutkan Jokowi PKI atau terkait dengan PKI. Sebanyak 1.220 responden dipilih SMRC secara random untuk ditanya persepsinya atas isu tersebut.

Dari keseluruhan responden, hanya 1.057 yang merespons wawancara dalam survei yang berlangsung pada 3-10 September 2017 itu.

Sirojudin menyebutkan, sebanyak 75,1 persen responden tidak setuju bila Jokowi adalah PKI atau terkait dengan PKI. Hanya 5,1 persen responden yang percaya bila Jokowi terkait PKI. Sementara sisanya, sebanyak 19,9 persen, memilih tidak menjawab atau mengatakan tidak tahu.

"Mayoritas warga tidak setuju dengan pendapat bahwa Jokowi terkait PKI," tuturnya di Kantor SMRC, Jalan Cisadani No 8, Jumat, 29 September 2017.

Menurut Sirojudin, hasil survei itu sejalan dengan persepsi publik atas isu kebangkitan PKI. Survei SMRC menunjukkan, sebanyak 86,8 persen dari 1.057 responden tidak setuju saat ini ada kebangkitan PKI.

Isu tak berdasar



Sosiolog Universitas Indonesia Tamrin Amal Tomagola mengatakan, isu Jokowi adalah PKI tidak berdasar. "Saya sepakat dengan mayoritas responden. Isu Jokowi adalah PKI itu tidak berdasar. Menilai seseorang apakah marxis atau bukan, itu syarat-syaratnya banyak," katanya.

Dia mengatakan, sistem PKI sebagai sebuah partai kini sudah hancur lebur. Menganalogikannya dengan fisik manusia, Tamrin menyebutkan, PKI kini sudah tidak memiliki lagi tubuh. "PKI sudah hancur oleh Orde Baru," ujarnya.

Sementara itu, SMRC juga kemudian melakukan survei lebih detail kepada responden yang percaya bahwa kini PKI tengah bangkit. Survei dititikberatkan pada persepsi responden mengenai ancaman PKI terhadap keutuhan negara. 

Hasilnya, sebanyak 39,9 persen menganggap kebangkitan PKI sudah menjadi ancaman negara. Kemudian sebanyak 36,9 persen sedikit sudah percaya bila kebangkitan PKI mengancam negara. Adapun 15,5 persen belum setuju bila PKI sudah mengancam negara. ***

Bagikan: