Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 28.5 ° C

Bukan Lagi Karena Agama, Nikah Siri Bentuk Perdagangan Manusia yang Dimodifikasi Melalui Media Sosial

Arie C. Meliala

JAKARTA, (PR).- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan nikah siri merupakan pintu masuk perdagangan manusia. Munculnya situs nikahsirri.com salah satu pelajaran penting bagi bangsa ini agar tidak lengah. Tren yang terlihat saat ini, nikah siri atau pernikahan kontrak muncul dengan bentuk perdagangan manusia gaya lama yang dimodifikasi melalui media sosial.

"Trennya, muncul bentuk perdagangan manusia gaya lama, dimodifikasi melalui media sosial," ujar Ketua KPAI, Susanto, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Jakarta, Senin, 25 September 2017.

Susanto menjelaskan nikah siri merupakan bentuk pernikahan secara agama, tetapi bertentangan dengan UU Perkawinan. Parahnya, nikah siri belakangan ini bukan lagi karena faktor agama.

"Belakangan, nikah siri bukan karena agama namun justru karena sejumlah faktor, di antaranya; faktor ekonomi, kepuasan seksual, wisata bahkan fatalnya, juga ditemukan kasus prostitusi atas nama nikah siri. Ini merupakan bentuk deligitimasi agama," kata Susanto.

Jangan lengah



KPAI mengutuk keras modus seperti ini. KPAI melihat ada dampak serius bagi tumbuh kembang anak sekaligus menghancurkan masa depan anak. Saat ini publik dihebohkan dengan beredarnya informasi di media sosial tentang keberadaan akun nikahsirri.com. Akun tersebut diduga milik AW (49), warga Perumahan Angkasa Puri Jatiasih, Kota Bekasi, akhirnya diamankan polisi, Minggu 24 Spetember 2017 dini hari.

KPAI berpandangan, klarifikasi terhadap pemilik akun merupakan langkah awal untuk mengetahui persoalan secara benar. Perdagangan orang, kata Susanto, dengan embel-embel apapun termasuk atas nama agama merupakan kejahatan yang harus kita waspadai.

"Kita tidak boleh lengah sedikit pun. Apalagi perdagangan manusia adalah tindakan pidana yang akan dijerat UU No 21/2007 tentang TPPP," kata Anggota KPAI, Ai Maryati Solihah.

Merasa tercoreng



Sejumlah purnawirawan TNI Angkatan Udara yang tinggal di Perumahan TNI AU Angkasa Puri, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat merasa nama baik angkatannya tercoreng oleh aktivitas situs nikahsirri.com di lingkungan mereka.

"Di sini rata-rata yang tinggal purnawirawan TNI AU semua. Jumlahnya sekitar 50 persen dari total 650 unit rumah dengan jumlah warga 1.600 kepala keluarga. Sekitar 5 persen di antaranya masih aktif sebagai anggota TNI AU," kata Ketua RW 10 Perumahan TNI AU Angkasa Puri, Jatiasih, Catur Nursyadi, kepada Antara di Bekasi, Minggu.

Menurut pria yang kini aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Mabes TNI AU itu, Aris Wahyudi (49) telah memulai usahanya sebagai admin nikahsirri.com sejak 19 September 2017.

"Ini perumahan di bawah pembinaan Komandan Pangkalan Udara Militer Halim. Warga yang tinggal di sini tidak bisa seenaknya membuat usaha tanpa izin TNI," katanya lagi. Puncak kekesalan warga setempat terhadap Aris terjadi pada Jumat, 22 September 2017 saat pengurus RT 01/RW 10 bersama dirinya mendatangi rumah kontrakan Aris.

"Kami khawatir dengan penamaan Lelang Perawan di nikahsirri.com karena memberikan kesan bahwa kompleks perumahan ini melegalkan aktivitas mereka. Kami seakan-akan melindungi dia membuat usaha di sini," katanya pula.

Dalam pertemuannya dengan Aris, warga meminta dia mengganti nama situs yang lebih sopan tanpa menyinggung martabat perempuan di Indonesia. "Kami juga menyampaikan, kalau permintaan itu tidak dilaksanakan, lebih baik pindah tempat saja, jangan di sini tinggalnya," katanya.

Aris juga sempat meminta maaf kepada warga setempat atas aktivitas usahanya yang dianggap meresahkan. Dia juga sudah berniat untuk pindah ke salah satu ruko di kawasan Grand Galaxy, Jatiasih.

Dipantau intelijen



Aktivitas Aris yang berlangsung di rumah kontrakan sejak Juni 2017 itu sebelumnya juga sudah dalam pemantauan TNI AU. Sabtu 23 September 2017, Mabes TNI AU sempat mengutus tim intelijen untuk mengamati aktivitas tersebut.

Warga menyambut positif upaya penangkapan Aris oleh Tim Sub-Unit Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada Minggu dini hari pukul 02.00 WIB. "Kami juga tidak menyangka respons polisi atas kasus ini berjalan cepat. Aris sudah ditangkap malam tadi," kata Catur pula.***

Bagikan: