Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31.1 ° C

Ketua KPK Sebut Akan Ada Tersangka Baru Korupsi E-KTP

Ira Vera Tika
KETUA KPK Agus Rahardjo ditemui usai konferensi pers di gedung KPK, pada Rabu, 14 Juni 2017. KPK diimbau tidak mengikuti kehendak dari Pansus Hak Angket karena pembentukan pansus sendiri cacat hukum dan menyalahi perundang-undangan.*
KETUA KPK Agus Rahardjo ditemui usai konferensi pers di gedung KPK, pada Rabu, 14 Juni 2017. KPK diimbau tidak mengikuti kehendak dari Pansus Hak Angket karena pembentukan pansus sendiri cacat hukum dan menyalahi perundang-undangan.*

JAKARTA, (PR).- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo memastikan akan ada tersangka baru kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Hal tersebut disampaikannya di gedung KPK, pada Kamis, 6 Juli 2017.

Sejumlah daftar nama dari klaster politik memang jadi fokus KPK untuk mendalami fakta-fakta yang diduga terkait peran sejumlah dewan. Terutama untuk menelusuri proses pembahasan anggaran proyek e-KTP yang diperkirakan membuat negara menderita kerugian mencapai Rp 2,3 triliun dari anggaran Rp 5,9 triliun atas pengadaan e-KTP berbasis chip tersebut. 

Peran sejumlah anggota dewan akan didalami mulai dari proses pembahasan anggaran pengadaan. Lalu pada indikasi-indikasi pertemuan terkait dengan pembahasan proyek. Hingga indikasi aliran sana ke sejumlah pihak.

Agus menuturkan, rangkaian pemeriksaan saksi yang tengah dilakukan akan memunculkan adanya tersangka baru. Menurut dia, KPK terus fokus untuk segera mengusut tuntas mega korupsi yang diduga melibatkan banyak pihak.

"Iya Anda bisa terjemahkan (bakal adanya tersangka baru) seperti itu, tapi kita harus cepat-cepat selesaikan (kasus e-KTP) ini. Mungkin munculnya tersangka baru tidak hari ini, tapi segera," katanya.

Awasi pengusutan



Kendati demikian, dia enggan berkomentar soal tersangka baru berasal dari klaster mana. Disinggung soal kemungkinan berasal dari klaster politik atau anggota DPR, mengingat rangkaian pemeriksaan yang tengah dilakukan, Agus enggan menjawab hal itu.

"Kasus ini memang kasus yang cukup besar. Jadi hari ini (kasus) yang besar kan (soal) e-KTP dan BLBI. Itu akan kita tuntaskan segera, rakyat bisa melihat. Jadi ya kalau namanya (KPK segera) tuntaskan, (tentu) ada tersangka baru yang lain-lain juga," tuturnya. 

Agus menuturkan agar publik terus mengawasi jalannya pengusutan kasus e-KTP. Ditanya apakah dalam waktu dekat KPK akan menetapkan tersangka baru, Agus berujar agar publik bersabar, karena proses pengumpulan bukti terus berlanjut.

"Anda tunggu saja," kata dia.

Sebagaimana diketahui dalam sepekan ini, terhitung sejak Senin, 3 Juli 2017, lalu lembaga antirasuah tersebut mulai fokus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari klaster politik untuk tersangka Andi Agustinus (AA) alias Andi Narogong. 

Hal tersebut guna mengetahui peran sejumlah anggota DPR saat itu. Sejumlah saksi yang diperiksa sejak Senin lalu di antaranya adalah Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly yang pernah duduk di Komisi II DPR RI. Laoly diduga menerima aliran sana senilai USD 84.000. Namun, usai diperiksa KPK, kepada awak media dia membantah hal itu. ***

Bagikan: