Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Cerah berawan, 20.7 ° C

Novel Baswedan Direncanakan Jalani Operasi Besar Mata Kiri

SEORANG aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi membentang poster saat mengikuti aksi dukungan di depan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa, 11 April 2017. Aksi dukungan tersebut ditujukan kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan, yang tengah dalam perawatan akibat aksi teror penyiraman air keras. Mereka juga meminta penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan mendukung KPK agar tidak kendur dalam memberantas korupsi.*
SEORANG aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi membentang poster saat mengikuti aksi dukungan di depan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa, 11 April 2017. Aksi dukungan tersebut ditujukan kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan, yang tengah dalam perawatan akibat aksi teror penyiraman air keras. Mereka juga meminta penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan mendukung KPK agar tidak kendur dalam memberantas korupsi.*

JAKARTA, (PR).- Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan dokter yang merawat Novel Baswedan di Singapura merencanakan operasi besar terhadap mata kiri pasiennya tersebut.

"Kondisi jaringan di bagian putih mata kiri diperkirakan sulit untuk tumbuh kembali. Terdapat alternatif dilakukan operasi besar untuk menggantikan jaringan di bagian putih mata yang telah mati di mata kiri tersebut," kata Febri melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, 29 Juni 2017, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Menurut Febri, rencana operasi besar itu dilakukan setelah dokter yang merawat Novel melakukan tes penglihatan dan observasi pertumbuhan lapisan kornea mata pada Rabu, 28 Juni 2017 pagi.

"Mata kanan bisa membaca deret angka sampai layer ke-4 pada baris pertama, namun penglihatan kurang jelas karena lensa yang sering bergeser. Sedangkan untuk mata kiri baru sebatas melihat jari," tuturnya.

Untuk kondisi lapisan kornea, Febri menyatakan kondisi mata kanan Novel Baswedan menunjukkan perbaikan walaupun bagian "skin" kornea yang rusak masih ada.

"Dalam 1 sampai 2 minggu ke depan dokter akan memutuskan tindakan selanjutnya apakah akan memakai "hard lens" atau memicingkan sebagian kecil mata. Pemicingan mata akan dilakukan jika dalam 1 sampai 2 minggu ke depan perbaikan "skin" kornea tidak ada perkembangan lagi," kata Febri.

Ia juga mengatakan bahwa perkembangan lebih lanjut terkait perawatan ataupun rencana operasi besar untuk mata kiri akan disampaikan kembali oleh KPK.

Antara melaporkan, Febri menyatakan setelah menjalani seluruh perawatan hingga melewati Ramadan dan dapat merayakan Hari Raya Idulfitri bersama isteri dan anak di Singapura beberapa hari lalu, saat ini Novel mengatakan tetap teguh hati menjadi bagian dari kerja pemberantasan korupsi.

"Dalam momentum Idulfitri ini, Novel dan keluarga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Semoga segala niat baik, semangat dan ikhtiar kami melawan korupsi menjadi lebih baik setelah tempaan panjang ini," ucap Febri.

Hari ini merupakan hari ke-79 pasca Novel diserang dua orang bersepeda motor dengan air keras ketika dalam perjalanan pulang setelah menunaikan Shalat Subuh dari masjid dekat rumahnya pada Selasa, 11 April 2017 lalu.

Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan KTP-elektronik (E-KTP).***

Bagikan: