Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Jokowi Temui Tokoh Agama, Semua Sepakat Menjaga NKRI

Muhammad Ashari
PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan pernyataan pers dengan didampingi tokoh keagamaan di Istana Merdeka, Selasa, 16 Mei 2017. Jokowi menegaskan kebebasan berserikan dan berkumpul sudah dijamin dalam konstitusi.*
PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan pernyataan pers dengan didampingi tokoh keagamaan di Istana Merdeka, Selasa, 16 Mei 2017. Jokowi menegaskan kebebasan berserikan dan berkumpul sudah dijamin dalam konstitusi.*

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo bertemu dengan para tokoh agama di Istana Merdeka, Selasa, 16 Mei 2017. Jokowi senang dengan komitmen semua tokoh agama untuk terus mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI serta Bhinneka Tunggal Ika.

Dia kemudian mengucapkan terima kasih kepada para tokoh agama tersebut. "Saya senang mendengar komitmen semua pihak untuk mendukung demokrasi yang sehat dan mendukung penegakkan hukum," ujarnya.

Mereka yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Ketua Wali Gereja Indonesia Henriette T. Hutabarat Lebang, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Syaiful Bakhri, Ketua MUI Ma'ruf Amin, Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI Gatot Noermantyo, dan empat pemuka agama lain.

Sebelum bertemu dengan Jokowi, Sekjen PBNU Helmi Faisal Zaini mengatakan, akan menawarkan konsep yang terkait dengan menggalang persatuan kesatuan bangsa. Pertama-tama, katanya, harus ada pemetaan terhadap sebaran paham-paham yang mengganggu pancasila.

Hal tersebut dia katakan dengan merujuk kepada hasil penelitian The Pew Research Center yang menyebutkan, 4 persen dari seluruh penduduk Indonesia, ditengarai mendukung atau setuju dengan ISIS. Mengambil contoh penelitian tersebut, dia mengatakan, bisa dibuat menjadi pijakan untuk melakukan pemetaan.

"Jadi, daerah-daerah yang memang memerlukan penanganan, itu memang harus ada terapinya," ujarnya.

Perbanyak Dialog



Menanggapi hasil pertemuan dengan Jokowi, Ketua MUI Ma'ruf Amin mengatakan, sepakat untuk menguatkan rasa kebangsaan Indonesia. Juga menguatkan persaudaraan sebangsa dan setanah air.

Ia mengimbau masyarakat agar dalam menyampaikan aspirasi, tetap dilakukan dalam koridor hukum, kesantunan dan keadaban. "Kami akan berusaha memperbanyak dialog kebangsaan di kalangan masyarakat. Supaya rasa kebangsaan kuat, dan keutuhan bangsa semakin dapat terjalin," katanya.

Usai bertemu dengan tokoh-tokoh lintas agama di Istana Merdeka, Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan pers terkait kondisi sosial masyarakat yang belakangan memanas. Jokowi menyampaikan pesan terkait persoalan kebebasan berserikat dan berkumpul, serta gesekan-gesekan yang terjadi antar kelompok masyarakat.

Jokowi meminta agar gesekan-gesekan antar kelompok masyarakat yang terjadi belakangan segera dihentikan. Masyarakat diminta untuk tidak saling menghujat, menjelek-jelekkan sesama, maupun saling memfitnah. Dikatakannya, warga Indonesia satu sama lainnya adalah bersaudara.

"Jangan kita saling menolak, saling mendemo. Habis energi kita untuk hal-hal yang tidak produktif. Kita adalah saudara sebangsa dan setanah air," ujarnya.

Bagikan: