Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31.1 ° C

RI Dukung Target ICAO Turunkan Emisi Penerbangan

Satrio Widianto
Regional Seminar ICAO bertema "on States Action Plan and Carbon Off Setting & Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) 2017. Indonesia bertindak sebagai tuan rumah pada seminar yang berlangsung selama 4 hari pada 10-13 April 2017.
Regional Seminar ICAO bertema "on States Action Plan and Carbon Off Setting & Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) 2017. Indonesia bertindak sebagai tuan rumah pada seminar yang berlangsung selama 4 hari pada 10-13 April 2017.
JAKARTA, (PR).- Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan, Indonesia mendukung komitmen International Civil Aviation Organization (ICAO) dalam menurunkan emisi penerbangan internasional. Salah satunya dengan memanfaatkan material yang lebih ringan dalam pembuatan pesawat, sehingga konsumsi bahan bakar pun bisa berkurang.

"Beberapa komponen aircraft punya struktur airframe dari alumunium alloy dikombinasikan dengan beberapa material. Alumunium alloy produksi pesawat terbang pertama sampai akhir ini. Reduksi kita mulai aplikasikan pesawat-pesawat berdasarkan konsep komposite. Pesawat jadi lebih ringan sehingga fuel berkurang," tutur Agus saat jumpa pers di Jakarta, Senin 10 April 2017.

Hal itu dikatakan Dirjen Perhubungan Udara di sela-sela Regional Seminar ICAO bertema "on States Action Plan and Carbon Off Setting & Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) 2017. Indonesia bertindak sebagai tuan rumah pada seminar yang berlangsung selama 4 hari pada 10-13 April 2017.

Agus Santoso mengatakan, komitmen penurunan emisi penerbangan internasional akan memenuhi rencana bersama-sama di seluruh dunia untuk mereduksi pencemaran terhadap lingkungan. Berawal dari bahan pesawat dan bahan bakar, selanjutnya peningkatan jumlah penerbangan langsung atau direct flight. Kemenhub juga mendorong konsep pembangunan bandara ramah lingkungan atau green airport.

"Sekarang ada konsep namanya green airport buat beberapa bagian-bagian airport didesain sedemikian rupa. Sehingga pengurangan energi yang diterapkan kepada airport direduksi dengan skema dan material ramah lingkungan," kata Agus.

Dia berharap, seminar tersebut bisa memberikan masukan dan pandangan untuk mengurangi emisi dalam dunia penerbangan. "Dalam empat hari ini beberapa negara di dunia saling bertukar pikiran bagaimana di negara masing-masing," tutur Agus.

Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara Pramintohadi menambahkan, tujuan utama kegiatan ini di antaranya untuk memperoleh masukan terkait perhitungan batas gas buang emisi CO2. Selain itu, mensosialisasikan informasi tentang Standards and Recommended Practices (SARP’s) terkait elemen-elemen rancangan CORSIA dan implementasinya.

“ICAO sangat mengharapkan agar seluruh negara anggota ICAO dapat mempergunakan pertemuan semaksimal mungkin sebagai sarana berdiskusi dan bertukar pikiran tentang CORSIA dan meningkatkan kemungkinan kerjasama antara negara-negara anggota ICAO,” ujar Pramintohadi.

ICAO Regional Director for Asia Pacific Arun Misra juga berharap hasil seminar sangat berguna bagi masa depan dengan partisipasi yang bagus dari semua anggota yang hadir.

Seminar regional ini akan dibagi dua sesi yakni ICAO State Action Plan (10 -11 April 2017), membicarakan langkah-langkah penting mengurangi emisi gas rumah kaca yang ditimbulkan oleh penerbangan sipil internasional. Kedua, Seminar CORSIA (12-13 April 2017) membahas persiapan langkah-langkah skema GMBM/ CORSIA yang akan dimulai pada tahun 2021.***
Bagikan: