Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Berdayakan Masyarakat Desa, Muslimat NU Gandeng Dua Kementerian

Hilmi Abdul Halim

CIBINONG, (PR).- Puncak acara Harlah Ke-71 sekaligus Pelantikan Pengurus Pusat Muslimat Nahdatul Ulama digelar di Mesjid Istiqlal Jakarta, Selasa, 28 Maret 2017. Acara diawali Rapat Pimpinan Nasional sejak Sabtu, 25 Maret 2017 di Hotel​ Lor In Kabupaten Bogor menghasilkan sejumlah kerjasama dengan Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Transmigrasi dan Kementrian Pertanian.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan program yang dihasilkan untuk memberdayakan potensi masyarakat khususnya perempuan di pedesaan. Menurutnya, tingkat kemiskinan masyarakat di pedesaan lebih banyak dibandingkan perkotaan.

"Kalau kita lakukan pemerataan secara sederhana biasanya muslim perkotaan cenderung ke Muhammadiyah, muslim perdesaan cenderung ke NU," katanya seusai pembukaan Rapimnas. Khofifah meyakinkan banyak di antara perempuan yang tergabung dalam Muslimat NU memiliki potensi meningkatkan perekonomian daerahnya namun terkendala berbagai faktor.

Ia menjelaskan hasil produksi masyarakat di pedesaan jarang menyentuh tahap pengolahan dan pengemasan sebelum penjualan. "Biasanya hanya petik-jual, biasanya petik-olah-jual. Nah sekarang kita ingin petik-olah-kemas-jual, itu satu rangkaian," kata Khofifah yang menjabat sebagai Menteri Sosial pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Tahapan pengemasan produk menurut Khofifah jadi nilai tambah bagi produsennya​. Untuk mengawal tahapan sesuai rangkaian tersebut, Muslimat NU menjalin kerjasama dengan Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Ia mengatakan program pemberdayaan perempuan di pedesaan di lembaganya itu sejalan dengan program serupa di kementrian tersebut.

Melalui sinergitas antara lembaganya dengan kementerian-kementerian tersebut, Khofifah berharap tak hanya mampu meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Ia juga berharap bisa mengurangi jumlah pengangguran dan perempuan yang menjadi pembantu rumah tangga di luar negeri.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengapresiasi kerjasama tersebut juga antusiasme para anggota Muslimat NU mengikutinya. "Kita punya tujuh balai latihan kalau bisa jangan sampai kosong sepanjang tahun," katanya. Ia menggunakan kesempatan kerjasama itu sebagai upaya pengawasan program 19 lembaga kementrian yang tugas pokoknya berada di tingkat desa.

Sementara itu, Mentri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan kerjasama yang dibangun di bidang pertanian berupa pemberdayaan masyarakat untuk menambah produksi cabai rawit merah. Ia meminta para anggota Muslimat NU ikut menanam tanaman cabai tersebut sehingga harga komoditas itu terjangkau di pasaran. Lebih lanjutnya, ia berharap langkah penanaman tersebut bisa mewujudkan swasembada pangan.

Amran memperhitungkan, jika ada 120 juta perempuan Indonesia yang menanam cabai dan memelihara ayam dengan penghasilan sekitar dua juta rupiah per hari, maka ada sekitar Rp120 triliun yang dihasilkan selama sebulan. "Jadi ini berkat peran ibu-ibu semua. Saya percaya ibu-ibu ini tiangnya negara," kata Amran mengajak para peserta Rapimnas mengikuti programnya.***

 

Bagikan: