Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 21.2 ° C

Jembatan Cisomang Dipasang Timbangan Bergerak

Asep Budiman
MENTERI Basuki Hadimuljono saat meninjau perbaikan Jembatan Cisomang pada KM 100+700 ruas tol Purbaleunyi di Kabupaten Purwakarta, Senin, 27 Maret 2017.*
MENTERI Basuki Hadimuljono saat meninjau perbaikan Jembatan Cisomang pada KM 100+700 ruas tol Purbaleunyi di Kabupaten Purwakarta, Senin, 27 Maret 2017.*
PURWAKARTA, (PR).- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan memasang teknologi weight in motion atau timbangan bergerak yang akan ditempatkan di Jembatan Cisomang pada KM 100+700 ruas tol Purbaleunyi. Teknologi itu efektif dipasang seiring dengan pembukaan Jembatan Cisomang untuk dilalui semua golongan kendaraan terhitung 1 April 2017.

"Untuk di tol Purbaleunyi, pengawasan akan dilakukan di KM 72 dari arah Jakarta dan bagi kendaraan yang kelebihan muatan akan dikeluarkan di Jatiluhur, sedangkan dari arah Bandung pengawasan dilakukan di KM 120 dan akan dikeluarkan di Cikamuning bagi kendaraan yang beratnya melebihi batas maksimum," kata Menteri Basuki Hadimuljono pada konferensi pers di bawah Jembatan Cisomang Purwakarta, Senin, 27 Maret 2017.

Menurut dia, pengawasan maksimum beban kendaraan tersebut penting dilakukan untuk meningkatkan disiplin pengguna jalan. Dia berharap pembatasan beban maksimum, terutama kendaraan dengan muatan berlebih, dapat mengurangi resiko kerusakan jalan.

"Untuk mewujudkan tranportasi yang murah, aman, dan nyaman ada tiga faktor yang memengaruhi, yaitu prasarana, regulasi, dan perilaku pengguna jalan. Kebijakan ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi pengguna jalan untuk disiplin," kata Basuki.

Basuki menyatakan, Kementerian PUPR telah memperhatikan dengan saksama rekomendasi Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) tentang pembukaan lalu lintas pada Jembatan Cisomang. Mulai 1 April 2017, pihaknya langsung memberlakukan pengawasan beban maksimum kendaraan di Cisomang dengan masa uji coba satu bulan.

"Akan ada surat keputusan bersama (SKB) dengan Kementerian Perhubungan dan kerja sama siap ditandatangani dalam waktu dekat," ucap Basuki.

Sebelumnya, sejak tanggal 23 Desember 2016 silam, Kementerian PUPR telah melakukan pembatasan lalu lintas dengan hanya membolehkan kendaraan golongan I (kecil–non bus) yang dapat melewati Jembatan Cisomang selama masa perbaikan tiga bulan. Dalam kurun waktu tersebut, penanganan jembatan difokuskan untuk dua hal, yakni menghentikan pergerakan pada pilar-pilar dan mengembalikan kekuatan struktur jembatan.***
Bagikan: