Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Cerah, 28.6 ° C

Jumlah Pernikahan Dini Gunungkidul Tertinggi di DIY

Wilujeng Kharisma
YOGYAKARTA, (PR).- Kasus pernikahan dini di Kabupaten Gunungkidul terus menurun setiap tahun, meskipun demikian jumlahnya masih tergolong tinggi. Pemerintah pun terus melakukan upaya untuk menekan tingginya angka pernikahan di usia muda.

Bupati Gunungkidul, Badingah, Minggu 26 Maret 2017 mengakui, angka pernikahan dini di Gunungkidul masih tergolong tinggi. Namun dirinya terus berupaya untuk menekan tingginya angka pernikahan dini tersebut.

Salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat utamanya yang masih berusia produktif, mengenai masalah kesehatan reproduksi sampai resiko pernikahan yang dilakukan pada usia muda. "Kami terus sosialisasikan kepada masyarakat usia muda mengenai resiko pernikahan dini. Hal ini agar mereka lebih mengerti dan memahami," ujarnya.

Badingah mengatakan, pihaknya juga telah menyusun Peraturan Bupati untuk pencegahan pernikahan usia anak. Sehingga dengan begitu, upaya penanggulangan pernikahan dini dapat lebih kuat. "Kami juga menyusun Perbup yang mencegah adanya pernikahan usia dini bagi anak-anak," tuturnya.

Berdasarkan data dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY, sepanjang tahun 2016 ini tercatat sebanyak 74 kasus pernikahan dini yang terjadi di Gunungkidul. Jumlah ini bahkan lebih banyak pada 2015 lalu yang sebanyak 109 kasus.

Hal tersebut dibetulkan oleh Camat Playen, Suyanto. Diakuinya jika pada 2016, wilayah Kecamatan Playen menjadi daerah paling banyak terdapat pernikahan muda, yakni 26 kasus pada 2016 lalu. Sementara untuk tahun 2017, baru terdapat satu kasus di Playen, Gunungkidul.

Ia pun mengambil langkah serius memerangi tingginya angka pernikahan dini di wilayahnya. Pihaknya menggandeng tokoh masyarakat untuk melakukan koordinasi demi menanggulangi permasalahan tersebut. Pihak sekolah pun digandeng untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada siswanya terkait pernikahan dini.

"Sosialisasi kepada sekolah-sekolah yang ada di Playen, seperti sekolah menengah dan sekolah menengah pertama, di sana kami berikan edukasi kepada anak-anak usia muda terkait resiko pernikahan dini. Deklarasi juga telah kami lakukan, bersama-sama berkomitmen menekan tingginya angka pernikahan dini," tutur Suyanto.***
Bagikan: