Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.7 ° C

Mensos: Hasyim Muzadi Penebar Pesan Kedamaian

Bambang Arifianto
Mantan Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Muzadi memberi tausiyah saat peringatan Harlah Muslimat NU ke-67 di stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Sabtu 4 Mei 2013 silam. KH Hasyim Muzadi meninggal dunia di Malang, Jatim, pada hari Kamis, 16 Maret 2017 karena sakit.*
Mantan Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Muzadi memberi tausiyah saat peringatan Harlah Muslimat NU ke-67 di stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Sabtu 4 Mei 2013 silam. KH Hasyim Muzadi meninggal dunia di Malang, Jatim, pada hari Kamis, 16 Maret 2017 karena sakit.*

DEPOK, (PR).- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa menyatakan, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi merupakan sosok ulama yang tak kenal lelah menyerukan Islam sebagai agama damai dan penuh kasih sayang. Hasyim meyakini, harmoni dan toleransi menjadi penyangga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesan-pesan kedamaian, tutur Khofifah, disampaikan ‎Hasyim dalam setiap ceramahnya.  

"Ini menjadi pondasi pengukuhan bangunan NKRI," ucap Khofiah di Pesantren Al Hikam, Beji, Kukusan, Kota Depok, Kamis 16 Maret 2017. Pesan-pesan menjaga toleransi dan Islam sebagai rahmatan lil alamin menjadi wasiat Hasyim di hari - hari terakhirnya. ‎ Selain sikap toleran dengan sesama anak bangsa meski berbeda kepercayaan, ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama muslim juga jadi perhatian Hasyim. "Ukhuwah Islamiyah itu membangun persaudaraan antar umat Islam meskipun beda gerakan, beda visi," ujarnya.

Dalam catatan "PR", Hasyim juga aktif mengampanyekan gerakan bela negara di kalangan santri pesantren. Hasyim memandang,‎ pesantren di Indonesia harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan negara. Untuk itu, kyai dan santri dituntut menjadi bagian dalam gerakan bela negara di Tanah Air.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Halaqoh Nasional Ulama Pesantren dan Cendekiawan Gerakan Dakwah Aswaja Bela Negara di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok, Jalan H Amat, Kukusan, Beji, Kota Depok, Rabu, 19 Oktober 2016 silam. 

‎"Kita mengambil tema gerakan Aswaja (Ahlussunah wal jamaah) dalam bela negara, isinya adalah bagaimana agama bisa memperkuat negara, bagaimana negara juga bisa melindungi agama," kata Pengasuh Pesantren Al-Hikam Depok KH Hasyim Muzadi di lokasi kegiatan kala itu. Dia menuturkan, pesantren dengan berlandaskan Aswaja selamanya akan menjadi tonggak keselamatan negara. 

 "Ide-ide, pemikiran - pemikiran yang ada di Aswaja itu sangatt relevean untuk mendukung NKRI, Pancasila, dan UUD 1945," ucap tokoh Nahdlatul Ulama (NU) tersebut. Dengan demikian, penggalangan pesantren sebagai bagian dari ‎upaya mempertahankan negara menjadi keniscayaan. Hasyim menuturkan, kegiatan tersebut dihadiri para kyai pengasuh pesantren dari ‎Jawa Barat, Banten dan Jakarta. 

"Program ini sudah dirancang 3 -4 bulan lalu. Dan ini sudah berjalan yang kedua (kalinya)," tutur Hasyim. Gerakan bela negara itu pertama kali digelar pada 28-29 September 2016 dengan peserta dari kyai atau pengasuh pesantren dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Hasyim Muzadi yang juga merupakan anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu meninggal dunia, Kamis, 16 Maret 2017, sekitar pukul 06.15 WIB. Ia wafat di di Rumah Sakit Lavalette, Kota Malang, Jawa Timur. Hasyim akan dimakamkan di Pondok Pesantren Al Hikam, Depok, sore ini.***

Bagikan: