Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 23.3 ° C

Pembangunan MRT Jakarta Segera Selesai

Muhammad Ashari
PRESIDEN Joko Widodo melihat alat bor terowongan di lokasi proyek bawah tanah MRT Jakarta, Kamis, 23 Februari 2017.*
PRESIDEN Joko Widodo melihat alat bor terowongan di lokasi proyek bawah tanah MRT Jakarta, Kamis, 23 Februari 2017.*
JAKARTA, (PR).- Ada empat bor yang digunakan untuk membuat terowongan bawah tanah MRT Jakarta fase I. Ketika kunjungan Jokowi lokasi proyek MRT di kawasan Setiabudhi pada Kamis 23 Februari 2017, keempat bor tersebut telah bertemu dan itu sekaligus menandakan selesainya pekerjaan pengeboran.

Corporate Secretary Division Head Jakarta MRT Tubagus Himatullah mengatakan, bertemunya keempat bor menandakan pengerjaan MRT Jakarta struktur bawah tanah telah selesai 80 persen. Secara garis besar, pengerjaan MRT Jakarta adalah 65 persen.

Adapun keempat bor yang digunakan bernama Antareja, Antareja 2, Mustikabumi 1 dan Mustikabumi 2. Bor Antareja 1 dan 2 bekerja sejak September 2015 dari arah Patung Pemuda ke Setiabudi sedangkan bor Mustikabumi 1 dan 2 dari arah Bundaran HI ke Setiabudi sejak awal Maret 2016. Bor tersebut bekerja selama 24 jam, kecuali hari Minggu untuk perawatan.

Menurut Tubagus, kecepatan bor tersebut hampir 1 rotasi per menit. "Total panjang terowongan yang dikerjakan oleh bor-bor tersebut sekitar 1.400-2.600 meter dengan diameter 6,69 meter," tuturnya.

Stasiun Setiabudi berada persis setelah Stasiun Dukuh Atas. Dengan demikian, Stasiun Dukuh Atas akan menjadi lokasi transit bagi MRT, LRT, Transjakarta dan KAI Commuter Jabodetabek. Itu artinya, ada penerjamahan konsep transportasi publik yang terintegrasi.

Secara total MRT Jakarta terbagi dalam tiga fase. Fase pertama, terentang mulai dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI dengan panjang 16 kilometer. Jalur fase pertama ini akan melayani 173.400 penumpang setiap hari melalui 16 set kereta, dimana 14 set kereta operasi dan 2 kereta cadangan. Total tempuh adalah 30 menit dengan jarak antar kereta 5 menit sekali.

Fase kedua, Bundaran HI sampai Ancol Timur dengan panjang 13,5 kilometer. Fase kedua belum dimulai dan rencananya akan mulai dibangun pada tahun 2019 dan dapat beroperasi pada tahun 2021. Adapun fase ketiga, mengambil jalur Cikarang-Balaraja sepanjang 87 kilometer dan akan dibangun pada tahun 2020. Diperkirakan pembangunan fase tiga selesai antara tahun 2024 sampai 2027.***
Bagikan: