Pikiran Rakyat
USD Jual 14.616,00 Beli 14.316,00 | Cerah berawan, 26.4 ° C

Literasi Kunci Lawan Hoax

BERITA palsu atau hoax bisa menyebabkan pertikaian di Indonesia. Banyak ahli yang menuturkan jika rendahnya tingkat literasi masyarakat dalam menggunakan media sosial menjadi penyebab maraknya berita palsu.

Seperti yang dilansir dari Kantor Berita Antara Antara, pakar media sosial Nukman Luthfie mengatakan, literasi atau kecerdasan masyarakat dalam memilah informasi di media sosial dapat menjadi kunci untuk memberantas berita palsu. Saat ini, banyak konten di media sosial yang tidak berdasar yang menjadi akar dari berita palsu.

"Kuncinya adalah literasi dan kecerdasan masyarakat dalam menyaring berita atau informasi. Selama ini masyarakat kita tidak biasa kritis dan kesannya gampang menelan konten apa pun di media dan medsos, termasuk konten yang tidak berdasar," ujar Nukman. 

Masyarakat Indonesia, tutur dia, cenderung hanya membaca judul berita dan senang membagikan berita tanpa memahami isinya. Nukman mengatakan hal itu akan mempercepat tersebarnya hoax di media sosial, dan cerminan rendahnya literasi masyarakat. 

“Ketika judul-judul yang tidak benar itu terus menyebar dan orang menerima setuju terus menyebarkan lagi. Bisa dibayangkan betapa besarnya hoax tersebut,” tambah Nukman. 

Sementara itu, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung, Santi Indra Astuti mengatakan jika di era digital ini masyarakat harus menjadi konsumen informasi yang kritis. Selain untuk memberantas berita palsu, masyarakat dapat berdaya di era media sosial. 

Literasi sendiri berkaitan dengan kegiatan memilih dan menyeleksi informasi, menyesuaikan dengan kebutuhan dan usia, serta dapat mengkritisi informasi yang dinilai tidak baik. Hingga akhirnya, berita palsu akan hilang seiring meningkatnya literasi masyarakat.  (Okky Ardiansyah)***

Bagikan: