Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Menpora Apresiasi Tim Wissemu Mahitala Unpar

Satrio Widianto
JAKARTA, (PR).- Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi memberi apresiasi yang tinggi kepada dua pendaki wanita Indonesia, yang tergabung dalam Tim putri pendaki WISSEMU (The Women of Indonesia\'s Seven Summits Expedition Mahitala Universitas Parahyangan). Keduanya adalah Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) dan Mathilda Dwi Lestari (23), yang baru saja sukses mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Vinson Massif (4.892 m), puncak tertinggi di Benua Antartika.

"Apa yang kalian capai dengan berhasil mencapai puncak tertinggi Gunung Vinson Massif di Benua Antartika sangatlah luar biasa. Apalagi kalian menjadi srikandi pertama Indonesia yang berhasil mencapai puncak tersebut," kata Menpora saat penyambutan kedatangan mereka di gedung BRI, Jakarta, Selasa, 24 Januari 2017.

Dengan keberhasilan itu, Menpora menambahkan, pemerintah ke depan akan memberikan suport kepada para pendaki yang menjadi inspirasi pemuda dan pemudi di seluruh Indonesia.

Acara penyambutan itu dihadiri Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Asmawi Syam, Rektor Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung ‎Mangadar Situmorang, dan sejumlah pimpinan BRI termasuk Komisaris BRI yang juga mantan Menpora Adhyaksa Dault.

Kedua pendaki tersebut adalah mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional FISIP Unpar, yang tergabung dalam organisasi pecinta alam Mahitala Unpar. Prestasi keduanya tercatat dalam sejarah baru sebagai pendaki putri Indonesia pertama yang mencapai puncak tertinggi di kutub selatan. Keduanya mencapai puncak pada Rabu, 4 Januari 2017 pukul 23.48 waktu setempat, atau Kamis 5 Januari 2017 pukul 09.48 WIB.

Pada kesempatan itu, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari menceritakan bagaimana proses pendakian hingga mencapai puncak. Disebutkan, tantangan terbesar dalam sebuah pendakian adalah bagaimana bisa menjaga stamina, semangat yang ada dalam diri sendiri.

"Untuk mencapai puncak banyak sekali tantangan yang harus kita lewati, dengan beban yang harus saya bawah seberat 50 kg, saya terus menyemangati diri saya bahwa yakin bisa mencapai puncak, meskipun saat itu kondisi cuaca -33 derajat celcius," kata Hilda.

Sebelum mendaki Vinson Massif, kedua mahasiswi Unpar itu sudah menggapai puncak Carstensz Pyramid (4.884m) pada 13 Agustus 2014, Gunung Elbrus (5.642m) 15 Mei 2015, Gunung Kilimanjaro (5.895m) pada 24 Mei 2015, serta Gunung Aconcagua (6.962m) pada 1 Februari 2016. Selanjutnya mereka akan mendaki Gunung Everest (8.848m) dan Denali (6.194m) di Alaska, AS untuk menjadi perempuan Indonesia pertama pendaki Tujuh Puncak Dunia.

Sementara itu Dirut BRI Asmawi Syam menyatakan bangga dengan dua perempuan Indonesia yang berhasil mencapai puncak tertinggi di Benua Antartika. Pencapaian ini merupakan persembahan anak bangsa untuk Indonesia.

Asmawi menceritakan, awalnya ia tidak menyangka dua mahasiswa ini punya misi untuk menaiki gunung tertinggi di Antartika dengan suhu minus 30 derajat. Sebab, jika dilihat secara fisik, bentuk tubuh mereka sangat kecil, seolah tidak tampak wajah seorang pendaki.

“Jadi waktu pertama saya ketemu dengan Deedee dan Hilda, saya pikir dia itu panitia yang mau mencari sponsor. Tapi ternyata merekalah yang akan melakukan ekspedisi. Saya tanya berkali-kali karena saya ragu, dan ternyata mereka memang mampu dan luar biasa,” ungkapnya.

”Bagi BRI, keberanian, semangat pantang menyerah, selalu ingin menjadi yang pertama dan selalu berusaha mengharumkan nama bangsa di mata dunia internasional sama dengan karakter perusahaan yang dimiliki Bank BRI,” katanya.***
Bagikan: