Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 21.2 ° C

Jokowi: 2017, Reformasi Pertanahan Besar-besaran

Siska Nirmala (error)
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia Hendropriyono (kanan) berjalan menuju ruang acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 PKP Indonesia di Jakarta, Minggu, 15 Januari 2017.*
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia Hendropriyono (kanan) berjalan menuju ruang acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 PKP Indonesia di Jakarta, Minggu, 15 Januari 2017.*
JAKARTA, (PR).- Pemerintah akan melakukan reformasi pertanahan besar-besaran pada 2017 ini. Adapun sebelumnya langkah reformasi pertanahan sudah dimulai pada 2016 lalu.

"Ini merupakan redistribusi aset atau land reform yang akan dilakukan besar-besaran pada 2017," kata Presiden Joko Widodo dalam perayaan HUT Ke-18 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia di Jakarta, Minggu, 15 Januari 2017, seperti dilaporkan Kantor Berita Antara.

Pada 2016, Jokowi menjelaskan, pemerintah sudah memberikan pengakuan kepada sembilan kelompok masyarakat hukum adat dengan memberikan lahan seluas 12.544 hektare untuk 5.712 kepala keluarga (KK). Hal ini masih akan terus dilakukan, karena banyak masyarakat hukum adat yang tersebar di Indonesia.

Dia menyebut, setidaknya terdapat 2.000-an masyarakat hukum adat. Adapun saat ini pemerintah memiliki stok 12,7 juta hektare lahan yang siap diberikan baik kepada kelompok masyarakat adat maupun kepada rakyat di sekitar hutan.

Reformasi pertanahan dilakukan, menurut dia, merupakan salah satu penerapan kebijakan ekonomi yang bernafas gotong royong, dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Indonesia. ***
Bagikan: