Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 29.6 ° C

LPSK Siap‎ Lindungi Korban Selamat Kasus Pembunuhan di Pulomas

Bambang Arifianto
SEORANG kerabat korban pembunuhan keluar dari rumah lokasi pembunuhan di Jalan Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa 27 Desember 2016. Sebelas orang, di antaranya enam orang tewas setelah disekap para pelaku di dalam kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter, sementara lima korban selamat. Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan itu.*
SEORANG kerabat korban pembunuhan keluar dari rumah lokasi pembunuhan di Jalan Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa 27 Desember 2016. Sebelas orang, di antaranya enam orang tewas setelah disekap para pelaku di dalam kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter, sementara lima korban selamat. Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan itu.*

JAKARTA, (PR).- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap‎ melindungi korban yang selamat dalam pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur.

"Ada harapan besar atas terungkapnya kasus ini, yakni melalui keterangan korban selamat," ujar Wakil Ketua LPSKAskari Razak dalam keterangan tertulisnya, Rabu 28 Desember 2016. LPSK, tuturnya, siap membantu pengungkapan kasus ini sesuai dengan tugas dan fungsi LPSK, yakni perlindungan kepada saksi dan korban. 

Kendati demikian,‎ pengungkapan tindak pidana melalui keterangan korban selamat memerlukan penanganan yang tepat. Hal itu disebabkan adanya trauma mendalam yang bisa dialami korban selamat karena menyaksikan peristiwa pidana tragis tersebut. Langkah terdekat adalah dengan memberikan penguatan psikologis kepada para korban selamat. 

"LPSK siap membantu melalui peran sesuai kewenangan LPSK, yakni pemberian rehabilitasi psikologis," ucap Askari.

Pemberian perlindungan oleh LPSK tidak hanya sebatas rehabilitasi psikologis. Namun, juga pemberian pendampingan selama para korban menjalani proses peradilan pidana terkait kasus ini. Pendampingan penting jika melihat tingkat kesadisan perampokan yang bisa berdampak para korban merasa terancam secara fisik maupun psikologis. Termasuk kemungkinan diberikannya perlindungan fisik jika memang para korban selamat membutuhkan. 

"Dengan perlindungan, diharapkan korban selamat berani mengungkapkan peristiwa ini dengan sejelas-jelasnya", ucap Askari.

Seperti diketahui, enam orang ditemukan tewas di sebuah rumah mewah di Pulomas, Jakarta Timur. Sementara tiga orang lainnya ditemukan selamat. Hingga kini, polisi sedang berupaya mengungkap latar belakang terbunuhnya enam orang tersebut termasuk melalui keterangan korban selamat.‎***

Bagikan: