Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 18.5 ° C

Pernikahan Dini Lahirkan Persoalan Sosio-Ekonomi

Muhammad Ashari
JAKARTA, (PR).- Kemiskinan berdampak kepada perempuan dan anak-anak. Banyak anak-anak dan perempuan terseret dalam perdagangan orang, TKI, pernikahan dini dan kekerasan seksual akibat kemiskinan.

Ketua Umum Perempuan Bangsa, organisasi yang merupakan sayap Partai Kebangkitan Bangsa, Siti Masrifa mengatakan, persoalan kemiskinan ini pula yang dapat menjebak kaum perempuan ke dunia prostitusi. "Selain itu, budaya pernikahan di usia muda yang sangat rentan terhadap perceraian bisa mendorong anak memasuki eksploitasi seksual komersial," katanya dalam acara Halaqah Nyai Nusantara, Kamis, 22 Desember 2016.

Dia menuturkan, 46,5 persen anak perempuan dibawah 18 tahun termasuk kategori pernikahan dini. Kemudian 21,5% anak perempuan yang usianya mencapai 26 tahun juga sudah menikah.

"Tradisi budaya pernikahan dini menciptakan masalah sosio-ekonomi untuk pihak lelaki maupun perempuan dalam perkawinan tersebut. Tetapi implikasinya terutama terlihat jelas bagi perempuan," tuturnya.

Menurut Siti, pemecahan solutif dan strategis perlu dilakukan melalui advokasi regulatif yakni Pembentukan UU, Peraturan Daerah maupun aksi program sosialisasi. Dengan demikian, diharapkan bisa berdampak pada perubahan pemikiran dan perilaku masyarakat.***
Bagikan: