Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 29.1 ° C

KSAD: Rakyat Adalah TNI dan TNI Adalah Rakyat

JAKARTA, (PR).- Ratusan prajurit Kostrad melaksanakan upacara Hari Juang Kartika 2016 di Lapangan Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat. Kamis 15 Desember 2016. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Irkostrad Besar Harto Karyawan.

Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat Mulyono, yang dibacakan Inspektur Upacara Besar Harto Karyawan menyampaikan bahwa Hari Juang Kartika yang diperingati hari ini, juga terkait erat dengan salah satu peristiwa bersejarah tentang kebersamaan nyata TNI AD dengan rakyat. Pada tanggal 15 Desember 1945, di kota Ambarawa, Jawa Tengah, para pejuang pendahulu TNI AD bahu-membahu bersama rakyat mempertahankan setiap jengkal tanah dari ancaman musuh yang ingin menjajah kembali bumi pertiwi.

Perjuangan yang kemudian dikenal dengan 'Palagan Ambarawa' inilah, yang kemudian ditetapkan sebagai tonggak Hari Juang Kartika. Palagan Ambarawa telah menjadi tonggak sejarah perjuangan TNI AD dalam melindungi keselamatan bangsa, menegakkan kedaulatan negara, serta mejaga keutuhan NKRI. Dari peristiwa heroik ini, Bangsa Indonesia mendapatkan teladan nyata dari para pahlawan bangsa tentang bagaimana menjalankan setiap panggilan tugas negara. Semangat juang seperti inilah yang selayaknya terus digelorakan dalam jiwa dan ditanamkan dalam hati sanubari setiap prajurit TNI AD.

lebih lanjut KSAD menyampaikan bahwa TNI adalah Rakyat dan Rakyat adalah TNI, serta Rakyat Indonesia adalah ibu kandung TNI. Bagi TNI AD, penekanan tersebut akan selalu relevan dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas. TNI AD tidak hanya tentara yang lahir dan terbentuk dari rakyat pejuang, tetapi selalu dan akan terus berjuang bersama rakyat. Sejarah telah membuktikan bahwa selama 71 tahun masa pengabdiannya, TNI AD tidak dapat dilepaskan dari rakyat.

Momentum peringatan Hari Juang Kartika tahun 2016 mengambil tema “Melalui Hari Juang Kartika Kita Mantapkan Jati Diri TNI AD dan Kemanunggalan TNI–Rakyat guna Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat , Mandiri dan Berkepribadian”.
Bagikan: