Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Umumnya berawan, 24.6 ° C

Agus Martowardojo Merasa Difitnah Nazaruddin

Muhammad Irfan
GUBERNUR Bank Indonesia Agus Martowardojo menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung KPK Jakarta, Selasa 1 November 2016. Agus mengaku tak pernah menerima aliran uang saat menjabat sebagai menteri keuangan, karena meloloskan anggaran pengadaan KTP elektronik dalam proyek tahun jamak atau multiyears seperti yang disangkakan oleh mantan anggota anggota DPR Nazaruddin.*
GUBERNUR Bank Indonesia Agus Martowardojo menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung KPK Jakarta, Selasa 1 November 2016. Agus mengaku tak pernah menerima aliran uang saat menjabat sebagai menteri keuangan, karena meloloskan anggaran pengadaan KTP elektronik dalam proyek tahun jamak atau multiyears seperti yang disangkakan oleh mantan anggota anggota DPR Nazaruddin.*
JAKARTA, (PR).- Mantan Menteri Keuangan yang kini menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo merasa pernyataan Nazarudin yang menyatakan dirinya menerima fee dari kasus korupsi KTP elektronik adalah fitnah. Agus yang diperiksa di KPK, Selasa 1 November 2016, untuk dua tersangka kasus KTP elektronik yakni Sugiharto dan Irman bahkan meminta terpidana dalam beberapa kasus korupsi itu untuk cepat sadar.

"Itu fitnah dan bohong besar. Saya berharap dia cepat sadar. Dia itu terpidana dan tidak kredibel. Saya malah bersyukur pernah dipercaya oleh negara sebagai Menteri Keuangan yang jujur dan berintegritas," kata Agus usai diperiksa di KPK.

Dia menuturkan, sebagai Menteri Keuangan saat itu dia hanya menyerahkan anggaran kepada pengguna anggaran dalam hal ini kementerian Dalam Negeri. Pengajuan multiyears contract yang disetujui pihaknya pun dilakukan sesuai prosedur setelah diuji dan dievaluasi.

"Saya juga mendengar ada kalimat yang mengatakan bahwa saya menteri keuangan dari Sri Mulyani tanggal 20 mei 2010 sebelum ini katanya ada penolakan multi yeras contract oleh menteri Sri Mulyani saya bisa katakan bahwa di dalam file tidak ada penolakan dari Sri Mulyani. Yang ada ketika multi yeras contract itu diajukan ke menteri keuangan itu diajukan tanggal 21 Oktober 2010 dan di tanggal 13 Desember 2010 ditolak oleh saya karena yang diajukan bukan multi years contract tetapi multi years anggaran," ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Biro Humas KPK Yuyuk Adrianti Iskak menyatakan pemanggilan Agus Martowardojo memang untuk tersangka Sugiharto dan Irman. Pemeriksaan pun masih seputar kewenangan Menteri Keuangan dalam pengadaan e-KTP.

"Ditunggu saja hasil penyidikan. Karena dari pemeriksaan hari ini pasti masih akan dikembangkan dan dianalisa dengan keterangan dan bukti lainnya," kata Yuyuk.

Sebelumnya, Mantan Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menyebut mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo terlibat dalam proyekKTP elektronik di Kementerian Dalam Negeri. Agus diduga memuluskan proyek yang berjalan pada 2011-2013. “Ada dana mengalir ke sana,” kata Nazaruddin, 18 Oktober 2016.

Nazaruddin mengatakan bahwa anggaran pengadaan proyek e-KTP multiyears saat ini tidak akan berjalan tanpa persetujuan Agus. Sebab, kata dia, persetujuan utama proyek tersebut berasal dari Menteri Keuangan yang ketika itu dijabat Agus. Dia menyebutkan bahwa ada pertemuan-pertemuan yang dilakukan Agus untuk melancarkan penganggaran proyek tersebut.***
Bagikan: