Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.2 ° C

Benda Asing Jatuh Itu Milik Amerika Serikat

Eriyanti Nurmala Dewi
KEPALA Biro Kerja sama Humas dan Umum Lapan, Christianus R Dewanto mengamati sampah antariksa  Tabung Helium dan Terminal Power di kantor Lapan, Jalan Dr Djundjunan Pasteur, Kota Bandung, Jumat 7 Oktober 2016. Benda yang ditemukan di Kepulauan Gili Raja, Sumenep tersebut merupakan serpihan dari Roket Falcon buatan Amerika Serikat.*
KEPALA Biro Kerja sama Humas dan Umum Lapan, Christianus R Dewanto mengamati sampah antariksa Tabung Helium dan Terminal Power di kantor Lapan, Jalan Dr Djundjunan Pasteur, Kota Bandung, Jumat 7 Oktober 2016. Benda yang ditemukan di Kepulauan Gili Raja, Sumenep tersebut merupakan serpihan dari Roket Falcon buatan Amerika Serikat.*

BANDUNG, (PR),- Benda asing yang jatuh dari langit pada Senin 26 September 2016 di Sumenep, Jawa Timur telah berhasil diidentifikasi Tim Peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Bandung. 

Benda tersebut dipastikan sebagai kepingan bagian tingkat atas roket FALCON 9 R/B nomor katalog 41730 yang digunakan untuk peluncuran satelit komunikasi JCSAT 16 milik Jepang pada 14 Agustus 2016.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin menyampaikan hal itu kepada media, Jumat 7 Oktober 2016. Dikatakan Thomas, roket FALCON 9 R/B merupan milik Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX) yang diluncurkan dari Cape Canaveral Air Force Station, Florida. SpaceX adalah perusahaan transportasi luar angkasa Amerika Serikat.

Roket FALCON 9, menurut Thomas, adalah jenis roket pertama di dunia yang dilengkapi teknologi untuk mendaratkan kembali bagiannya di permukaan bumi. Sedangkan benda antariksa yang jatuh dan ditemukan di Sumenep Jawa Timur itu merupakan bagian dari tingkat kedua dari roket tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya, pada Senin 26 September 2016, warga Sumenep Jawa Timur dihebohkan dengan penemuan benda asing yanng jatuh dari langit. Perisriwa tersebut menjelaskan perkiraan adanya benda jatuh antariksa yang termonitor pergerakan jatuhnya dari sistem pemantauan benda jatuh antariksa oleh Pusat Sains Antariksa Lapan melalui laman orbit.sains.lapa.go.id. 

Pada hari tersebut, terdapat dua benda antariksa yang diperkirakan melintas di atas wilayah Pulau Madura yakni bekas roket Delta 2 PAM-D yang melintas sekitar pukul 6.30 WIB dan bekas roket Falcon 9 yang melintas sekira pukul 9.30 WIB.

Hasil identifikasi Tim Investigasi Lapan atas kejadian tersebut menunjukkan, benda jatuh itu tersebar di beberapa titik di Pulau Giligenteng dan Pulau Giliraja. Benda-benda tersebut tidak menimbulkan kerugian yang signifikan di lokasi sekitar kejatuhan. Dipastikan pula, benda tersebut tidak berbahaya.

Untuk tujuan keamanan dan keselamatan, lanjut Thomas, Tim Investigasi Lapan telah bekerja sama dengan Bapeten untuk mengindentifikasi dengan mengukur tingkat paparan radiasi nuklir dari benda tersebut. Hasil pengukuran menunjukkan benda tersebut tidak terpapar radiasi nuklir. "Jadi cukup aman. Tidak mengandung apapun," katanya.

Selanjutnya, kata Thomas, Lapan akan menyerahkan benda jatuh tersebur kepada negara atau perusahaan pemilik pecahan roket tersebut.***

Bagikan: