Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sedikit awan, 25.1 ° C

Menaker Fokus dan Masifkan Pelatihan Kerja di BLK

Satrio Widianto
BANDUNG, (PR).- Kementerian Ketenagakerjaan membuat terobosan bernama Program Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding (3R) Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah. Program tersebut dilaksanakan sebagai langkah percepatan dalam peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan, percepatan peningkatan daya saing SDM terutama diprioritaskan pada bagian proses produksi di beberapa bidang kejuruan prioritas sekaligus meningkatkan relevansi keluaran BLK dengan kebutuhan pasar kerja di dalam maupun luar negeri.

Menurut Hanif, 3R BLK diperlukan untuk memfokuskan produksi SDM melalui pelatihan berbasis kompetensi sehingga lebih jelas dan terarah sesuai kebutuhan prioritas pasar kerja dan industri. Selama ini, produksi SDM di BLK terlalu luas dan tersebar dalam banyak kejuruan dengan produksi yang terbatas.

"Melalui Program 3R, skema pelatihan kerja di BLK akan semakin fokus dan masif," kata Hanif saat berkunjung ke BLK Bandung, seperti disebutkan dalam siaran persnya, Kamis 6 Oktober 2016.

"Fokus dan masifkan produksi SDM di BLK-BLK milik pemerintah. Pilih satu dua kejuruan prioritas dan lakukan produksi secara masif, sehingga output dari pelatihan berbasis kompetensi di BLK semakin besar dan sesuai kebutuhan industri," kata Hanif.

Lebih lanjut, Hanif menjelaskan, program 3R BLK mulai diterapkan untuk tiga BLK di bawah Kementerian Ketenagakerjaan yakni BLK Serang, BLK Bekasi, dan BLK Bandung. Selebihnya akan menyusul hingga BLK-BLK di daerah.

"Kejuruan dari ketiga BLK tersebut difokuskan dan produksi SDM-nya dilipatgandakan," katanya.

BLK Bandung akan fokus di kejuruan manufaktur dan otomotif. Tahun ini, produksi SDM kejuruan manufaktur sebanyak 576 orang dan akan dilipatgandakan menjadi 2.928 orang tahun depan. Untuk kejuruan otomotif, tahun ini memproduksi 320 orang dan akan dilipatgandakan menjadi 1.776 orang pada 2017.***
Bagikan: