Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 19.4 ° C

Indonesia Tempati Posisi 4 Dunia Penderita TB Terbanyak

Wilujeng Kharisma
YOGYAKARTA,(PR).- Sebanyak 17,1 juta penduduk dunia dinyatakan terkena penyakit tuberkulosis atau sering dikenal dengan TB, yaitu penyakit infeksi yang umumnya mengenai jaringan paru dan disebabkan Mycobacterium tuberculosis complex.

Indonesia merupakan negara dengan kasus TB terbesar keempat di dunia dengan 430 ribu kasus baru dan 61 ribu kematian setiap tahun.

Demikian diungkapkan Dosen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang Andani Eka Putra di Yogyakarta, Minggu 18 September 2016.

"Hingga saat ini ditemukan penurunan kasus TB rata-rata satu persen setiap tahun namun berdasarkan data terbaru, penderita TB di dunia masih cukup tinggi yaitu 17,1 juta orang. Kasus baru ditemukan sekitar 8,8 juta kasus setiap tahun dengan angka kematian sekitar 1,4 juta orang," ucapnya.

Eka menuturkan, penyakit TB tersebut dapat mengenai semua umur dengan gejala klinis bervariasi dari tanpa gejala sama sekali hingga manifestasi berat.

"Permasalahan dalam penanganan TB adalah karateristik Mycobacterium tuberculosis yang sangat unik seperti pertumbuhan bakteri yang lambat, strain yang sangat bervariasi, pengobatan yang membutuhkan kesabaran pasien karena diperlukan waktu yang lama, dan adanya strain yang telah mengalami resistensi," ujarnya.

Menurut Eka, analisis terhadap strain Mycobacterium tuberculosis memperlihatkan adanya beberapa strain utama yaitu East African Indian (EAI), Beijing, Haarlem, Latin American and Mediteranean, dan Central Asian. Banyak penelitian, kata dia lagi, menyebutkan strain Beijing dianggap lebih virulen dibanding nonbeijing dan mempunyai kecenderungan resisten terhadap obat antituberkulosis.

Sedangkan di Indonesia, menurutnya, strain Beijing merupakan kelompok terbesar dibanding strain lain berkisar 20-33 persen. Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri intraseluler patogen yang berdiam di dalam makrofag dan sebagai komponen paling penting dalam sistem imun.

Bakteri tersebut menghasilkan dua kelompok protein yang sangat polimorfik yakni proline glutamic acid (PE) dan proline-proline glutamic (PPE). "Protein kelompok ini merupakan 10 persen dari total protein Mycobacterium tuberculosis. Protein ini sangat terkait dengan virulensi dan menjadi target pengembangan diagnosis dan terapi," katanya.***
Bagikan: