Pikiran Rakyat
USD Jual 14.449,00 Beli 14.351,00 | Umumnya berawan, 24.6 ° C

Pemerintah Pastikan Perlindungan 229 Calon Haji yang Ditangkap di Arab Saudi

Bambang Arifianto
JAKARTA, (PR).- Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah, Arab Saudi memastikan memberikan bantuan bagi 229 warga negara Indonesia yang ditahan Pemerintah Arab Saudi. Para WNI tersebut ditangkap karena memasuki Mekkah guna menjalani ibadah haji tanpa izin.

Seperti diketahui, 229 WNI ditahan pihak Saudi di Mekkah‎ Rabu, 7 September 2016. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda. Para WNI itu terdiri dari 155 perempuan, 59 laki-laki dan 15 anak-anak. Segera setelah mendapatkan informasi penangkapan tersebut, KJRI Jeddah langsung menangani dan berkoordinasi dengan otoritas setempat. Dari hasil koordinasi KJRI dengan otoritas keamanan Saudi, 229 WNI tersebut sebagian besar berstatus overstayer dan sisany bekerja di luar Mekkah.

Mereka ditangkap karena memasuki Makkah untuk menjalankan ibadah haji tanpa memiliki tasreh (izin beribadah haji). Para WNI ditangkap di dua penampungan gelap dan untuk mengikuti program tersebut diduga membayar sejumlah uang kepada sindikat yang mengatur perjalanan ibadah tersebut di Saudi.

"Pada dasarnya mereka adalah pelanggar hukum menurut hukum Arab Saudi. Namun demikian kami akan tetap memberikan bantuan yang sejalan dengan hukum di Saudi. Kami akan memastikan bahwa mereka ditahan di tempat yang layak dan memastikan hak-hak hukum mereka dihormati", ujar Dicky Yunus selaku Acting Konjen RI Jeddah yang sekaligus juga Ketua Tim Perlindungan WNI KJRI Jeddah melalui keterangan tertulis Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu, 10 September 2016.

Menurut hukum Saudi, 229 WNI tersebut dapat diancam hukuman minimal 6 bulan penjara dan pencekalan memasuki Saudi selama 10 tahun. "Polisi akan lakukan investigasi lebih mendalam setelah pelaksanaan haji. Hukumannya akan sangat tergantung beratnya kesalahan yang dilakukan," tutur Dicky.

Saat ini, 229 WNI tersebut ditampung di rumah detensi imigrasi Tarhil Syumaisi yang terletak di antara Jeddah dan Makkah. KJRI telah mengunjungi mereka dan menggali sejumlah informasi penting dari mereka. KJRI akan terus memantau penanganan kasus tersebut.***
Bagikan: