Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Umumnya cerah, 22.6 ° C

Arcandra Tahar Diangkat Kembali Jadi Menteri ESDM?

Sjafri Ali
JAKARTA,(PR).- Menteri Hukum dan HAM YAsonna Laoly menyatakan Arcandra Tahar berstatus WNI. Apakah dengan demikian Arcandra akan kembali diangkat sebagai Menteri ESDM?

"Kalau untuk kepentingan bangsa dan negara, silakan saja. Tapi kami harapkan ada equality before the law, persamaan di depan hukum, dan itu merupakan kewenangan Presiden RI," tegas Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Pandjaitan pada wartawan, Rabu, 7 September 2016.

Menurut Ketua DPP PDIP itu, pihaknya ingin agar orang lain yang punya peran besar bagi kepentingan bangsa mendapat keistimewaan yang sama. Dengan demikian, bukan hanya Arcandra yang bisa mendapat status WNI dengan cepat, tapi yang lain, yang juga sedang dibutuhkan oleh bangsa ini.

"Ke depan bagi masyarakat lain apalagi dibutuhkan untuk kepentingan bangsa dan negara maka diperlukan perlakuan yang sama seperti Pak Arcandra. Misalnya atlet-atlet bulutangkis yang untuk menjadi WNI masih sulit," ujarnya.

Karena itu, kata Trimedya, PDIP tidak keberatan jika Arcandra kembali menjadi Menteri ESDM setelah berstatus WNI lagi. Apalagi, pengangkatan menteri adalah hak prerogatif presiden. "Kalau Presiden Jokowi dengan posisi itu ingin Arcandra jadi menteri, baik menteri ESDM atau jabatan lain, itu sepenuhnya hak prerogatif presiden. Karena dia secara legal formal sudah sah," tambahnya.

Peneguhan status WNI Arcandra, menurut Trimedya dinilai sebagai cara Menkumham mencari celah hukum. "Posisi Komisi III DPR bisa memahami langkah yang ditempuh pemerintah," tuturnya.

Sementara itu Ruhut Sitompul dari Fraksi Demokrat mendukung jika Presiden Jokowi kembali mengangkat Arcandra sebagai menteri ESDM. "Kalau aku sih sudah bilang, kalau aku Presiden RI, Arcandra pantas untuk balik jadi menteri. Dia itu aset kita lho, orang hebat. Aku ingat sekali sebelum dia diberhentikan, aku ketemu dia malam-malam, aku lihat orangnya nggak ada beban. Orangnya bersih kok," jelas Ruhut.

Orang-orang seperti Arcandra menurut Ruhut, sama dengan BJ. Habibie ketika masih di Jerman. “Itu biasa disodori paspor dari negara di sana. Tapi, dia masih Indonesia. Di rumahnya biarpun 20 tahun di AS, panggil istri dan mertuanya pakai bahasa Padang. Jadi, Presiden Jokowi tak perlu malu kalaupun berniat mengangkat kembali Archandra menjadi menterinya,” kata Ruhut.***
Bagikan: