Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 22 ° C

Nazaruddin dan 82.014 Narapidana Lainnya Dapat Remisi

Muhammad Irfan
JAKARTA, (PR). -Pada peringatan hari ulang tahun ke-71 kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah memberikan remisi terhadap 82.015 narapidana di seluruh Indonesia. Jumlah itu terbagi dalam dua remisi yakni remisi umum I sebanyak 78.487 narapidana dan remisi umum II sebanyak 3.528.

Hal itu dikatakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly usai memimpin upacara di kantor Kemenkumham, Rabu 17 Agustus 2016.

"Yang dapat remisi umum II ini langsung bebas," kata Yasonna.

Jumlah 82.015 narapidana yang mendapat remisi berasal dari 131.954 narapidana yang selama ini mendekam di berbagai lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Selain itu, masih ada 67.426 tahanan yang tinggal di berbagai rumah tahanan di Indonesia.

"Tapi kalau yang dapat remisi ini hanya narapidana. Tahanan itu kan belum selesai proses hukumnya," ucapnya.

Seperti pemberian remisi pada momen-momen lainnya, penerima remisi hari kemerdekaan didominasi narapidana tindak pidana umum yang jumlahnya mencapai 68.633. Sementara narapidana narkoba yang mendapat remisi berada di urutan kedua terbanyak dengan jumlah 12.761.

"Selain itu, ada juga kasus terorisme sebanyak 27 narapidana dan kasus korupsi sebanyak 128 narapidana. Mereka mendapat remisi karena telah memenuhi syarat seperti berkelakuan baik, ada perubahan prilaku, dan mengikuti program pembinaan. Itu sudah dikaji, tidak bisa seenaknya main tarik," ucapnya seraya menuturkan jika mantan bendahara Partai Demokrat yang tersandung sejumlah kasus korupsi, Muhammad Nazaruddin pun turut mendapat remisi.

"Saya tidak tahu detailnya (berapa remisinya), tapi dia dapat. Kan sudah memenuhi PP 99, tapi dia masih ada proses hukum yang lain. Oleh KPK dia dikasih justice collaborator, istrinya juga." ucapnya.

Menurutnya pemberian remisi termasuk bagi para pelaku tindak kriminal berat seperti korupsi dan terorisme adalah hak narapidana. Ketika seorang narapidana sudah memenuhi syarat untuk mendapat remisi, pemerintah pun tak bisa menahannya.

"Setiap napi punya hak untuk remisi, ada aturannya. Kalau tidak ada remisi harus bangun berapa banyak lapas?" ucapnya retoris.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan I Wayan Dusak menuturkan, narapidana yang paling banyak mendapat remisi pada hari kemerdekaan adalah mereka yang mendekam di Lapas Sumatera Utara dan DKI Jakarta.***
Bagikan: