Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 26.2 ° C

Arcandra Tahar Kini tak Punya Kewarganegaraan

Muhammad Irfan
JAKARTA, (PR). - Paspor Amerika Serikat dan Indonesia yang dimiliki mantan Menteri ESDM, Arcandra Tahar berbuntut panjang.

Selain dicopot dari jabatan menteri yang baru diembannya selama 20 hari, alumni Program Studi Teknik Mesin ITB itu pun kehilangan dua kewarganegaraanya sekaligus. Hal itu terjadi karena Pasal 23 Undang-Undang Kewarganegaraan Indonesia melarang seseorang yang sudah dewasa memiliki dua kewarganegaraan, di sisi lain, dia pun tidak lagi menjadi warga negara AS karena telah menjabat sebagai menteri di Indonesia.

"Ketika dilantik menjadi menteri itu, dia stateless (tidak berkewarganegaraan)," kata Dirjen Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM RI, Freddy Haris saat ditemui usai upacara peringatan hari kemerdekaan di kantornya, Rabu 17 Agustus 2016.

Meski demikian, pihaknya akan mengusahakan Arcandra kembali mendapatkan statusnya sebagai WNI. Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengembalikan status WNI Arcandra yakni menggunakan pasal 20 UU Kewarganegaraan yang menyebut seseorang bisa dinaturalisasi menjadi WNI jika berjasa pada negara dan negara membutuhkannya atau melindungi Arcandra yang eks-WNI karena status tanpa kewarganegaraannya.

"Di negara mana pun tidak ada stateless. Ini harus mendapat perlindungan maksimal tapi kalau cara kedua ini mungkin agak panjang karena negara tidak mengatur secara rinci tentang orang yang stateless," ucapnya.

Sementara mengenai penggunaan pasal 20 untuk mengembalikan status WNI Arcandra, Freddy menilai hal itu lebih mungkin dilakukan karena sepengetahuannya, dalam 20 hari masa kepemimpinan Arcandra di kementerian ESDM, dia berhasil menghemat triliunan Rupiah uang negara.

"Lewat perundingan-perundingan yang dia lakukan dengan PLN, misalnya. Dia orang yang mengerti (mengenai ESDM) dan saya sudah lihat, lewat dia, (anggaran negara) betul-betul hemat," ucapnya.

Freddy menampik adanya kelalaian Presiden dan kesengajaan Arcandra untuk menyembunyikan dua kewarganegaraannya. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Dirjen AHU, Freddy menemukan bukti kalau Arcandra tidak mengerti pasal 23 UU Kewarganegaraan yang menyebut seseorang akan kehilangan kewarganegaraannya karena memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri.

"Tidak ada kesengajaan. Arcandra tidak mengerti aturan itu (Pasal 23) dan karena UU Kewargnageraan Amerika tidak melepas kewarganegaraan sebelumnya.Tidak ada kebohongan yang disengaja baik oleh Arcandra dan Presiden," ucapnya.***
Bagikan: