Pikiran Rakyat
USD Jual 14.235,00 Beli 13.935,00 | Berawan, 20.6 ° C

Candi Kalasan Bakal Dipugar

Wilujeng Kharisma
YOGYAKARTA, (PR).- Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta mulai melakukan analisis laboratorium beberapa Candi Kalasan di Kalibening, Tirtomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, sebelum dilakukan pemugaran candi tersebut.

"Kami sudah melakukan rencana pemugaran Candi Kalasan, berupa pemetaan, pendokumentasian konstruksinya, serta analisis laboratorium terhadap bebatuan yang mengalami pelapukan," kata Ketua Unit Pemugaran Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta, Indung Panca Putra, Rabu 10 Agustus 2016.

Menurut Panca, tahap rencana pemugaran tersebut begitu penting, karena dalam prosesnya nanti berbeda dengan candi-candi yang lainnya. "Kami harus mengetahui terlebih dahulu bagian-bagian batu candi, itu didokumentasikan dan diberi kode," tuturnya.

Panca menuturkan, selain itu, pihaknya juga melakukan analisa laboratorium mengenai penyakit batu di Candi Kalasan. "Kenapa bisa mengalami pelapukan. Apakah karena adanya kenaikan kelembapan, daya kapiler dari bawah. Atau ada kotoran binatang atau burung yang menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme," ucapnya.

Menurut Panca, pihaknya juga melakukan uji laboratorium mengenai bahan brajalepa yang ada di candi. Unsurnya memang sudah diketahui, namun ada bahan yang sulit dicari. "Membuat bahan pengganti brajalepa, memang bahannya sudah diketahui. Tapi ada satu bahan yang sulit dicari, dan diketahui kalau hanya ada di Papua," tuturnya.

Panca mengatakan, di sekitaran Candi Kalasan, maupun Candi Prambanan, dulunya kemungkinan bahan tersebut ada. Namun, karena seiring perkembangannya, bahan itu tak ditemukan lagi. "Sudah kita cari di sekitar, tapi tidak ditemukan. Mungkin karena semakin banyaknya pemukiman," katanya.

Rencana pemugaran Candi Kalasan ini, akan dilakukan selama tiga sampai lima bulan lamanya. Selanjutnya kemudian, mulai 2017 dilakukan pemugaran secara total.

"Yang jelas Candi Kalasan ini pengerjaannya dalam pemugaran nanti 'multi years'. Kami masih kesulitan juga mencari tanah sewa di sekitarnya untuk meletakkan satu per satu batu candi yang telah dibongkar agar tak tercampur antar bagiannya," ujarnya.***
Bagikan: