Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Sebagian cerah, 23 ° C

Direktur Bank Dunia Kaget Sri Mulyani Kembali ke Indonesia

Arie C. Meliala
MENTERI Keuangan Sri Mulyani saat diwawancarai di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 27 Juli 2016.*
MENTERI Keuangan Sri Mulyani saat diwawancarai di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 27 Juli 2016.*
JAKARTA, (PR).- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah mengundurkan diri dari posisinya sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Sri Mulyani sudah mantap memperkuat Kabinet Kerja sesuai permintaan Presiden Joko Widodo. Permintaan itu terutama untuk memperkuat kinerja pemerintahan menggunakan kebijakan fiskal dengan maksimal untuk menangani masalah-masalah ekonomi seperti pengentasan kemiskinan, memperbaiki penciptaan kesempatan kerja, dan mengatasi isu kesenjangan.

"Jadi saya merasa terhormat diminta kembali oleh Pak Presiden, untuk bisa bekerja sama dengan menteri kabinet yang lain menjalankan sisa masa kabinet ini. Semoga itu bisa dicapai," kata Sri Mulyani setelah pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 27 Juli 2016,

Sri Mulyani tidak mau menjawab mengenai detil proses ajakan Jokowi kepadanya untuk bergabung dalam kabinet kerja. "Saya enggak bisa menjawab itu," katanya.

Soal pertemuan dengan Jokowi pun, ia enggan menjawab. "Ada, pernah," katanya.

Namun, Sri Mulyani memastikan sudah ada komunikasi Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dengan Jokowi perihal pengunduran diri Sri Mulyani dari Bank Dunia. Jim Yong Kim juga telah memberitahukan seluruh board of directors mengenai keputusannya untuk mundur dan menerima tawaran Presiden Jokowi.

"Banyak reaksi karena saya sedang berada di tengah banyak sekali kegiatan Bank Dunia," kata Sri.

Contoh reaksi yang dimaksud Sri, direktur dan staf di Bank Dunia yang terkaget-kaget atas pengunduran diri Sri Mulyani. "Keputusan ini cukup mengagetkan karena saya tidak pernah menunjukkan tanda-tanda akan kembali ke Indonesia, apalagi dalam waktu yang sedemikian cepat," katanya.

Sekalipun menuai berbagai reaksi, menurut dia, Bank Dunia memahami pentingnya keberadaan Sri Mulyani kembali untuk perekonomian Indonesia. Soalnya, kata Sri Mulyani, Bank Dunia melihat Indonesia, negara yang diharapkan bisa mencapai dua tujuan yang sesuai tujuan bank dunia yaitu mengentaskan kemiskinan dan mengakselerasi proses percepatan pemerataan kesejahteraan terutama kelompok 40 persen terbawah.

"Tentu saja mereka (Bank Dunia) akan terus membina hubungan dengan kita, karena Pak Presiden Jokowi dan Jim Yong Kim sudah bicara tadi pagi mengenai permintaan ini dan tentu saja kesepakatan dua presiden tersebut," katanya.***
Bagikan: