Pikiran Rakyat
USD Jual 14.365,00 Beli 14.065,00 | Umumnya cerah, 21.9 ° C

Airlangga Hartarto, Wakil Golkar di Kabinet Jokowi

AIRLANGGA Hartarto dipilih Presiden Joko Widodo menempati posisi Menteri Perindustrian. Airlangga merupakan kader Partai Golkar yang terpilih mewakili masyarakat Jabar duduk di DPR RI.

Lahir di Surabaya, 1 Oktober 1962, Airlangga memulai karir politiknya sebagai Wakil Bendahara DPP Partai Golkar periode 2004-2009. Ia kemudin terpilih sebagai anggota DPR dan menjabat sebagai Ketua Komisi VI periode 2009-2014 yang membidangi perindustrian, perdagangan, UKMK, Investasi dan BUMN. Ia terpilih kembali pada Pemilu 2014. Ia kemudian duduk di Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral, lingkungan hidup, riset dan teknologi. Pada April 2015 ia dimutasi ke Komisi X yang membidangi pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, kebudayaan, olahraga dan kepemudaan. Terakhir, pada Januari 2016, ia pindah menjadi anggota Komisi XI DPR-RI.

Airlangga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2006-2009, Ketua Dewan Insinyur PII 2009-2012, Anggota Majelis Wali Amanah Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sampai dengan tahun 2012 dan menjadi pemrakarsa Herman Johannes Award.

Selain politisi, Airlangga juga seorang pengusaha. Ia memimpin beberapa perusahaan seperti Presiden Komisaris PT Fajar Surya Wisesa Tbk, Presiden Direktur PT Jakarta Prime Crane (1991), Presiden Direktur PT Bisma Narendra, dan Komisaris PT Sorini Corporation Tbk. Airlangga juga memimpin beberapa organisasi seperti Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dan Sekjen ASEAN Federations of Engineering Organizations (AFEO).

Airlangga merupakan alumni Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1987). Ia kemuydian menempuh pendidikan di Wharton School, University of Pennsylvania, Philadelphia, Amerika Serikat (1993). Ia menyandang dua gelar master, Master of Business Administration (MBA) dari Monash University, Australia (1996) dan Master of Management Technology (MMT), Melbourne Business School University of Melbourne, Australia (1997). (Wahyu Abdurohman)***
Bagikan: