Pikiran Rakyat
USD Jual 14.007,00 Beli 14.105,00 | Umumnya berawan, 27.3 ° C

Kepala BPOM Akan Teruskan Penindakan Vaksin Palsu

Arie C. Meliala
KEPALA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito saat diwawancarai setelah pelantikannya di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 20 Juli 2016.*
KEPALA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito saat diwawancarai setelah pelantikannya di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 20 Juli 2016.*
JAKARTA, (PR).- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito minta waktu agar dapat membuktikan proses penguatan pengawasan obat dan makanan yang akan dilakukannya ke depan. Penny terlihat enggan meladeni pertanyaan-pertanyaan jurnalis seputar terobosannya ke depan setelah dia resmi dilantik menjadi kepala BPOM.

"Legal system-nya yang akan kita perkuat dan kami semua sudah sepakat berkoordinasi dengan kementerian kesehatan dan mitra-mitra lain terkait, dengan penyidik, dan sebagainya. Tunggu, beri saya waktu untuk membuktikan proses itu akan dilakukan," kata Penny di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 20 Juli 2016.

Penny mengatakan, apa yang sedang terjadi dalam kasus vaksin palsu sebenarnya sudah ada dalam proses penindakan. Soalnya, sudah ada tim yang dibentuk untuk menangani persoalan itu sehingga dia berkomitmen meneruskan proses tersebut.

Dia mengatakan, tugasnya ke depan mendukung penguatan BPOM, memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan untuk menjaga kesehatan masyarakat, keselamatan bangsa, dan masa depan anak-anak. "Saya sangat simpati untuk keluarga yang terkena dengan vaksin palsu. Tentunya saya ikut prihatin, mudah-mudahan ini tidak akan terjadi lagi," katanya.

Seperti yang dikemukakan presiden, kata Penny, permasalahan dalam pengawasan obat adalah masalah manajemen, pengelolaan, tata kelola dari BPOM. Dia berkomitmen untuk membangun sistem yang lebih baik dan bekerja sama melakukan tindak lanjut hasil pengawasan.

"Karena pengawasan itu pada intinya adalah dua hal, kemandirian dan kedua pengawasan dari tindak lanjut hasil pengawasan itu sendiri. Itu yang masih lemah dalam hal ini dan itu yang kita perkuat dengan dukungan penuh dari bapak presiden," katanya.***
Bagikan: