Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Cerah berawan, 31.2 ° C

Klinik dan Bidan di Indonesia Tanpa Pengawasan

Arie C. Meliala
MANTAN Direktur PT Kimia Farma Bidang Trading and Distribution Tatat Rahmita Utami dalam Diskusi "Vaksin Palsu, Korban Asli" di Mentang, Jakarta, Sabtu, 16 Juli 2016.*
MANTAN Direktur PT Kimia Farma Bidang Trading and Distribution Tatat Rahmita Utami dalam Diskusi "Vaksin Palsu, Korban Asli" di Mentang, Jakarta, Sabtu, 16 Juli 2016.*
JAKARTA, (PR).- Klinik-klinik dan bidan di Indonesia ternyata tidak memiliki lembaga pengawasan yang jelas. Padahal klinik semakin bertumbuh bersamaan dengan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ini harus benar-benar dipikirkan pemerintah sehingga standar yang ada di klinik juga sesuai dengan yang seharusnya. Apalagi klinik dan bidan menjadi ujung tombak layanan kesehatan.

"Klinik tidak ada pengawasnya. Ini penting banget karena pemerintah itu ada program BPJS. Pemerintah justru mendorong tumbuhnya klinik-klinik layanan masyarakat di tingkat desa, kelurahan. Kalau misalnya memang didorong tumbuhnya klinik-klinik tetapi kalau tidak ada yang mengawasi, apakah klinik itu sudah sesuai dengan standar atau belum?" kata mantan Direktur PT Kimia Farma Bidang Trading and Distribution Tatat Rahmita Utami di Jakarta, Sabtu, 16 Juli 2016.

Kenyataan selama ini, kata Tatat, dinas kesehatan hanya memberikan izin pada klinik. Dinkes biasanya memeriksa apakah klinik itu layak diberi izin atau tidak. Namun, ketika klinik sudah berjalan, tidak ada yang mengawasi dan tidak ada yang mengevaluasi klinik.

"Mereka baru akan melakukan tindakan kalau sudah ada komplain, ada masalah. Padahal seharusnya tidak boleh begitu," kata Tatat.

Tatat berharap ada keseriusan semua pihak dan menyadari kejadian beredarnya vaksin palsu menjadi "tamparan" untuk benar-benar berbenah dari berbagai sisi. Sehingga hal yang sama tidak terulang kembali.

Delapan fasilitas kesehatan, selain rumah sakit, yang diumumkan kementerian kesehatan belum lama ini, Bidan Lia di KP Pelaukan Sukatani, Cikarang, Bidan Lilik, di Perum Graha Melati, Tambun, Bekasi, Bidan Klinik Tabina di Perum Sukaraya Sukatani, Cikarang, Bidan Iis di Perum Seroja, Bekasi, Klinik DR. Dafa di Baginda, Cikarang, Bidan Mega di Puri Cikarang Makmur, Sukaresmi, Cikarang, Bidan M. Elly Novita di Ciracas, Jakarta Timur, dan Klinik Dr. Ade Kurniawan di Rawa Belong, Slipi, Jakarta Barat.***
Bagikan: