Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 30 ° C

Kembali Terjadi Penyanderaan ABK Indonesia

Arie C. Meliala
JAKARTA,(PR).- Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi memberikan konfirmasi telah terjadi lagi penyanderaan tujuh anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI). Tujuh ABK ini dari kapal bendera Indonesia tugboat Charles dan kapal tongkang Robby di laut Sulu Filipina Selatan. Retno menegaskan kejadian ketiga kali ini tidak dapat ditoleransi.

“Setelah berkomunikasi dengan sejumlah pihak di Indonesia dan Filipina, pada tanggal 23 Juni 2016 sore kami dapat konfirmasi bahwa telah terjadi penyanderaan terhadap ABK WNI kapal Tug Boat Charles 001 dan kapal Tongkang Robby 152,” kata Retno di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat 24 Juni 2016.

Retno menyampaikan penyanderaan terjadi di laut Sulu pada tanggal 20 Juni 2016, yaitu pertama sekitar pukul 11.30 (waktu setempat) dan kedua, sekitar 12.45 (waktu setempat). Retno mengatakan penyanderaan dilakukan dua kelompok bersenjata yang berbeda.

Dia mengatakan pada saat terjadi penyanderaan kapal membawa 13 orang ABK WNI, 7 orang disandera dan 6 orang lainnya dibebaskan. “Saat ini keenam ABK yang dibebaskan dalam perjalanan membawa kapal kapal TB Charles 001/ TK Robby 152 menuju ke Samarinda,” kata Retno.

Pemerintah Indonesia mengecam keras terulangnya penyanderaan terhadap WNI oleh kelompok bersenjata di Filipina Selatan. “Kejadian yang ketigakalinya ini sangat tidak dapat ditoleransi,” kata Retno.

Retno menyampaikan pemerintah akan melakukan semua cara yang memungkinkan untuk membebaskan para sandera. Keselamatan ketujuh WNI, kata Retno, menjadi prioritas.

Pemerintah Indonesia juga meminta Pemerintah Filipina memastikan keamanan di wilayah perairan Filipina Selatan sehingga tidak mengganggu kegiatan ekonomi kawasan sekitar. "Dalam kaitan ini Pemerintah Indonesia siap untuk memberikan kerjasamanya," kata Retno.***
Bagikan: