Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 23.6 ° C

Tiga Tahun, Penyerapan Anggaran Kota Depok tak Kunjung Membaik

Bambang Arifianto
DEPOK, (PR).- Sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) Kota Depok yang mencapai Rp 1,5 triliun bisa menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan. Kinerja Pemerintah Kota Depok pun dinilai buruk dalam pengelolaan anggaran keuangannya.

"Kalau sisanya janggal karena tidak bisa menyerap, sudah bisa jadi temuan," kata Peneliti Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Apung Widadi, Rabu 15 Juni 2016.

Seretnya penyerapan anggaran setiap tahun menunjukkan Pemkot Depok tak mampu mengelola keuangannya. Seperti diketahui, hingga tiga tahun berturut-turut penyerapan anggaran Kota Depok tak kunjung membaik. Akibatnya, Silpa terus membengkak. ‎Pada 2013 Silpa Depok mencapai Rp 587 miliar, sedangkan 2014 Rp 756,87 miliar.

"Tidak bisa mengelola program sesuai kebutuhan masyarakatnya. Itu bisa jadi menjadi temuan BPK," ujar Apung. ‎ Apalagi, Silpa tahun anggaran 2015 membengkak dibanding tahun sebelumnya. "Biasanya Silpa kalau tidak dipantau bisa disalahgunakan," ujarnya. Pengawasan pemerintah menjadi keharusan agar uang rakyat tersebut dikembalikan ke negara. "Kalau enggak diawasi bisa kan hilang ke rekening siapa," tuturnya.

Apung menghimbau, Pemkot Depok guna meningkatkan kinerjanya agar pembengkakan Silpa tak terulang lagi.Membengkaknya Silpa Depok juga menuai sorotan‎ Direktur Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi. Uchok menilai Pemkot Depok tidak mampu merencanakan dan menghitung anggaran dengan matang. Oleh karena itu, banyak pembangunan infrastruktur tidak tepat sasaran. "Banyak yang tidak berjalan," ucap Uchok saat dihubungi.

Uchok menuding, banyak proyek yang sudah berjalan justru menguntungkan pihak tertentu. Akibatnya, setelah terkuak proyek malah tak berjalan. Dia menegaskan, Wali Kota Depok M Idris Abdul Shomad mesti tegas dan memiliki wibawa. Sebagai pemimpin, wali kota juga mesti memonitoring langsung perencanaan pembangunan yang dibuatnya.

Membengkaknya Silpa Depok terungkap dalam rapat paripurna penyampaian Raperda tentang LPJ APBD Kota Depok tahun anggaran 2015 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Depok, Selasa 14 Juni 2016. Wali Kota Depok M Idris Abdul Shomad. Idris menuturkan, besarnya Silpa disebabkan kurang optimalnya dan keterlambatan pengerjaan oleh pihak barang dan jasa. Selain itu, transfer bantuan dari provinsi yang telat.***
Bagikan: