Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 25.6 ° C

Ini Wilayah Pesisir yang Dilanda Banjir Rob

Agus Ibnudin
JAKARTA, (PR).- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, sejumlah wilayah pesisir di Indonesia mengalami banjir rob akibat laut pasang, sehingga menimbulkan kerugian dan mengganggu aktivitas masyarakat. Tercatat kejadian banjir rob dalam tiga hari terakhir menggenangi kawasan pesisir di Belawan Medan; Bali seperti di Pantai Kuta, Karangasem, Selatan, Jembrana, Gianyar dan Sanur; Jakarta Utara; Kecamatan Singkil Utara dan Pantai Pulau Sarok, Kabupaten Singkil; Meulaboh Kabupaten Aceh Barat; Kecamatan Kraksaan Kab Probolinggo; Kabupaten Pesisir Selatan; Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang; Kota Pekalongan; Kabupaten Pekalongan; Gresik; dan Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan, Selasa, 7 Juni 2016 menuturkan bahwa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hingga dua hari ke depan atau Kamis, 9 Juni 2016, banjir akibat laut pasang atau rob masih akan terjadi di pesisir laut Samudera Hindia, khususnya di sekitar selatan Jawa, selatan Papua, dan Sumatera sebelah barat.

"Sesungguhnya tidak ada peristiwa alam yang istimewa dalam sejumlah banjir rob yang terjadi belakangan ini. Ini siklus pasang surut air laut biasa, hanya ada tekanan angin yang membuat gelombang jadi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya," ujarnya.

Sutopo menjelaskan, di kawasan pantai utara Jawa banjir rob lebih dominan disebabkan pengaruh faktor topografi dan naiknya muka air laut. Banjir rob di Jakarta Utara disebabkan tanggul pantai di Pantai Marina Kelurahan Penjaringan yang tidak mampu menahan kekuatan air pasang. Saat ini rob masih menggenangi daerah di Marunda, Cilincing, Pelabuhan Muara, dan Penjaringan.

Begitu pula halnya banjir rob di Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah sudah berlangsung sejak 27 Mei 2016 hingga sekarang.

"Sebanyak 891 jiwa masyarakat mengungsi di 11 titik pengungsian," katanya. Sekitar 5.937 unit rumah tergenang banjir rob di Kecamatan Tirto, Wiradesa, Wonokerto, dan Siwalan.

Sementara itu, di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap, banjir rob juga menyebabkan 590 jiwa masyarakat mengungsi.

Kata Sutopo, kawasan pantai utara Jawa, khususnya di Jakarta Utara dan Kota Semarang, banjir rob berada di kawasan yang lebih rendah dibandingkan dengan permukaan air laut. Daerah ini secara alamiah memang lebih rendah dari pada muka air laut saat pasang tertinggi.

Ia menjelaskan, saat ini di wilayah Jakarta Utara ada 26 titik rawan banjir rob, antara lain Penjaringan, Pluit, Kamal Muara, Kapuk Muara, Tanjung Priok, Kalibaru, Ancol, Pademangan, Marunda, Koja, Lagoa, Sunter Karya Selatan, Papanggo, Sunter Agung, Warakas, Kebon Bawang, Sungai Bambu, Jampea, Kramat Jaya, Kelapa Gading, KBN Cakung, Sunter Jaya, dan Yos Sudarso.

Dia menilai, perlunya upaya yang komprehesif untuk mengatasi banjir rob karena ancaman pada masa mendatang diperkirakan akan lebih meningkat.***
Bagikan: